Piawai Atur Isi Kulkas, Pangkal Hemat

Kompas.com - 12/04/2010, 10:33 WIB

KOMPAS.com - Gerakan ramah lingkungan atau go green bukan hanya soal menanam pohon, mendaur ulang sampah, atau menghemat energi. Menjaga kelestarian lingkungan, juga bisa diawali dengan mengatur isi dari lemari pendingin di rumah sendiri.

Memeilih makanan yang sehat, tidak berpengawet, segar, dan tepat digunakan, juga merupakan langkah melestarikan lingkungan. Bila masing-masing rumah tangga memanfaatkan bahan makanan secara efektif, berarti iku andil menjaga lingkungan dengan mengurangi pemborosan bahan makanan. Selain itu, dapat menghemat anggaran belanja.

Beli Ukuran Ekonomis
Mengatur isi dari lemari es dapat dimulai dengan membeli bahan makanan dalam ukuran ekonomis (besar). Bahan makanan seperti susu, telur, pasta, sereal bisa dibeli dalam ukuran ekonomis, daripada membeli dalam satuan individual.

Kemas bahan-bahan tersebut dengan wadah bertutup rapat, sehingga tidak berkontak atau bereaksi dengan udara luar. Pengemasan yang tepat juga ikut memberi dampak pada usia penyimpanan.

Hindari Membuang
Sesekali mungkin Anda berbelanja melebihi dari yang dikonsumsi, baik karena salah prediksi atau ada hal lain yang membuat konsumsi tak sesuai rencana. Namun perlu diingat, kelebihan bahan makanan tersebut tak harus dibuang sia-sia.

Bahan makanan sisa bisa digunakan atau dimodifikasi menjadi makanan lain di esok hari. Misal, daging bisa direbus kembali dijadikan tambahan sup, sayuran bisa dijadikan sayur berkuah, sisa nasi dijadikan nasi lemak atau nasi goreng, dan sebagainya.

Simpan Tepat = Lebih Awet
Ketika memasukkan makanan ke dalam lemari pendingin, perhatikan suhu yang dibutuhkan dan bagaimana sifat bahan makanan. Misalnya, untuk seledri yang jarang digunakan dalam jumlah banyak Anda bisa melakukan trik tertentu.

Cuci dan potong menjadi bagian lebih ringkas. Untuk jenis sayuran dan buah yang berbeda, masukkan ke dalam wadah terpisah. Alasannya, ciri dan kebutuhannya berbeda dan ini untuk mencegah mereka menjadi rusak karena saling berbenturan dalam lemari pendingin.

Pertahan Suhu Pendingin
Jangan memasukkan terlalu bahan bahan makanan dalam lemari pendingin. Usahakan masih ada ruang kosong sekitar sepertiga ruang penyimpanan, atau jangan terlalu penuh sesak.

Perhatikan penempatan bahan makanan dalam pendingin. Tempat pendingin paling atas dapat digunakan untuk menyimpan bahan yang mudah membusuk dan makanan beku, seperti daging, ikan, dan bahan makanan olahan siap masak. Tempat kedua, pendingin berpenutup, atau chiller, digunakan untuk menaruh bahan makanan yang tak perlu dibekukan terlalu lama, seperti sisa lauk, ikan, bakso, atau bahan makanan segar lain yang akan segera dimasak.

Ruangan bagian tengah bisa digunakan untuk menyimpan bahan maknana yang hanya memerlukan suhu ruangan agar selalu segar. Misal, buah, sayur, selai, sirup, bumbu instan, air minum, dan sebagainya.

Dan, ingat, lemari pendingin memiliki alat deteksi dan pengatur suhu yang berfungsi menyesuaikan suhu dalam ruangan pendingin. Sebaiknya, jauhkan lemari pendingin dari dinding, microwave, kompor, dan sejenisnya, agar tidak terjadi pemborosan energi. Begitu pula dengan makanan maupun minuman yang masih hangat, jangan langsung dimasukkan dalam lemari pendingin.

Buka Seperlunya
Penting diketahui bila setiap kali Anda membuka lemari pendingin, sekitar 30 persen udaha dingin dari dalam lemari pendingin keluar. Pengatur suhu lemari pendingin akhirnya harus bekerja keras untuk mengendalikan temperatur tetap dingin.

Tempatkan Lebih teratur
Membuat isi lemari pendingin lebih teratur dengan menempatkannya dalam wadah berpenutup rapat akan menghemat energi listrik yang digunakan. Wadah ini dapat mempertahankan kesegaran lebih panjang dan membuat kompresor lemari pendingin lebih awet. Kelembaban yang dilepaskan oleh bahan makanan (basah) juga akan memicu kompresor lemari pendingin bekerja lebih berat.

Menempatkan bahan makanan dalam wadah juga mempermudah kita untuk menuliskan keterangan dalam bentuk label pada kemasan. Beri label pada wadah-wadah penyimpanan dan tuliskan tanggal pembelian maupun perkiraan kedaluwarsa.

(Tabloid Nova)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau