Latihan Kegel untuk Pria

Kompas.com - 12/04/2010, 17:37 WIB

KOMPAS.com - Latihan otot-otot pada bagian intim seringkali identik dengan wanita. Padahal pria juga perlu melakukan latihan ini jika ingin tahan lebih lama saat bercinta.

Anatomi otot pubococcygeus atau PC pria mirip dengan wanita. Inilah otot-otot pada tulang pubic hingga ke tulang ekor. Dengan melatih otot ini, pria juga mendapatkan manfaat yang sama dengan wanita yang melakukan kegel.

University of California di Santa Barbara melaporkan hasil penelitiannya, bahwa pria yang rajin latihan kegel secara teratur bisa mendapatkan orgasme berkali lipat. Kegel juga membantu pria untuk ereksi lebih lama dan mengontrol ejakulasi.

Temukan otot PC
Cara yang bisa dilakukan pria untuk menemukan otot PC-nya adalah dengan menahan aliran urin seperti sedang menahan buang air kecil. Otot yang aktif saat melakukan hal ini adalah letak dimana otot PC berada.

Latihan kegel dimana dan kapan saja
Jika sudah menemukan cara menahan dan melepas otot organ intim, lakukan latihan kegel kapan saja. Latihan ini tidak membutuhkan alat bantu, cukup konsentrasi saja.

Menjepit, tahan, lepaskan

Latihan kegel untuk menguatkan otot PC dilakukan dengan mengulangi gerakan seperti menahan buang air kecil, tahan, lalu lepaskan. Lakukan dengan durasi beberapa detik, lalu tingkatkan lebih lama 10 detik misalnya. Ulangi sebanyak 10 set dengan setiap set berdurasi 10 detik.

Lakukan gerakan dengan tepat
Latihan kegel yang dilakukan dengan gerakan yang tepat dan benar, bisa dilihat dari testis yang terangkat saat kontraksi dan turun saat dilepaskan. Gerakan ini sangat bisa dilatih, dalam jangka waktu empat hingga enam minggu akan terlihat perkembangannya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau