Bishkek, Senin -
Bakiyev bahkan meminta bantuan pasukan perdamaian PBB untuk menjaga keamanan di Kirgistan terkait rencana tersebut. Penjaga perdamaian diperlukan untuk mencegah terjadinya pertumpahan darah antara pendukung pemerintahan sementara pimpinan Otunbayeva dan massa pro-Bakiyev.
Sehari sebelumnya, Minggu (11/4), kepala pemerintahan sementara Otunbayeva meminta aparat menangkap Bakiyev jika tidak mau meletakkan jabatan. Otunbayeva sudah berkali-kali meminta Bakiyev untuk lengser secara terhormat, sama seperti yang dilakukan Perdana Menteri Daniyar Usenov.
Bakiyev kabur ke Osh di Kirgistan selatan, Rabu (7/11), setelah kerusuhan massa di Bishkek yang menewaskan sekitar 100 orang, termasuk Mendagi Moldomusa Kongatiyev. Kerusuhan itu dipicu rasa tidak puas publik atas suburnya praktik korupsi, kolusi dan nepotisme di pemerintahan Bakiyev, serta memprotes kenaikan tarif listrik dan harga gas hingga 200 persen.
Sehari setelah kerusuhan, koalisi oposisi yang dipimpin mantan Menlu Roza Otunbayeva langsung mengambil alih kekuasaan dengan membentuk pemerintahan sementara selama 6 bulan. Otunbayeva mengangkat dirinya sebagai penjabat presiden, membubarkan parlemen, dan mendesak Bakiyev mundur.
Bakiyev untuk pertama kalinya keluar dari persembunyian dan tampil di depan publik Teyit, daerah kelahirannya, Kirgistan selatan, Senin (12/4).
Di depan massa pendukungnya, dia menyalahkan lawan-lawan politiknya, oposisi, dan bersikeras tidak akan meletakkan jabatan. Dia minta warga tidak mengakui pemerintahan yang dinilainya ilegal.
Berdiri dan berbicara di tangga kantor wali kota setempat, Bakiyev menegaskan, dirinya masih berstatus presiden. Dia menuduh oposisi sebagai ”gangster-gangster alam”. Dia mempunyai beberapa alasan kuat untuk bersembunyi, tetapi kekuasaannya justru dirampas.
”Saya Presiden. Tidak ada pihak yang berhak atau berwenang memaksa saya mundur. Ini bukan revolusi, tetapi perebutan kekuasaan,” katanya disambut sorak-sorai massa pendukungnya.
Bakiyev juga mengulangi seruannya kepada PBB untuk mengirim pasukan perdamaian ke Kirgistan. Kata dia, pasukan diperlukan untuk membantu mencegah pecahnya perang saudara, pertikaian antar-warga.
Didukung Rusia
Perlawanan Bakiyev muncul saat Otunbayeva sedang mencari dukungan Rusia. Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin mendukung pemerintahan sementara Kirgistan. Bahkan, tim khusus utusan Otunbayeva yang dipimpin Wakil Kepala Pemerintahan sementara Kirgistan, Almazbek Atambayev, sudah menemui otoritas Rusia yang berjanji akan memberi bantuan.
Dukungan Rusia itu menguatkan kembali spekulasi bahwa Rusia berada di balik kerusuhan yang diikuti pengambilalihan kekuasaan oleh oposisi. Rusia gerah karena Bakiyev telah memperpanjang izin operasi pangkalan udara Manas bagi militer AS.
Atambayev mengatakan, pihaknya sedang menyiapkan operasi khusus penangkapan Bakiyev. Operasi ditunda sementara untuk mencegah pertumpahan darah karena Bakiyev berada di tengah massa pendukungnya.
Bakiyev dituduh telah menjarah kas negara karena dana yang tersisa hanya 986 juta som (16 juta euro atau 22 juta dollar AS). Atambayev mengatakan, pihaknya sudah meminta bantuan lebih dari 150 juta dollar AS.