Kirgistan

Bakiyev Galang Perlawanan

Kompas.com - 13/04/2010, 03:25 WIB

Bishkek, Senin - Suhu politik di Kirgistan mulai memanas lagi. Dalam penampilan pertamanya di depan publik, Senin (12/9), Presiden tersingkir Kumanbek Bakiyev menegaskan tidak mau mundur dan siap melawan pemerintahan penjabat Presiden Roza Otunbayeva.

Bakiyev bahkan meminta bantuan pasukan perdamaian PBB untuk menjaga keamanan di Kirgistan terkait rencana tersebut. Penjaga perdamaian diperlukan untuk mencegah terjadinya pertumpahan darah antara pendukung pemerintahan sementara pimpinan Otunbayeva dan massa pro-Bakiyev.

Sehari sebelumnya, Minggu (11/4), kepala pemerintahan sementara Otunbayeva meminta aparat menangkap Bakiyev jika tidak mau meletakkan jabatan. Otunbayeva sudah berkali-kali meminta Bakiyev untuk lengser secara terhormat, sama seperti yang dilakukan Perdana Menteri Daniyar Usenov.

Bakiyev kabur ke Osh di Kirgistan selatan, Rabu (7/11), setelah kerusuhan massa di Bishkek yang menewaskan sekitar 100 orang, termasuk Mendagi Moldomusa Kongatiyev. Kerusuhan itu dipicu rasa tidak puas publik atas suburnya praktik korupsi, kolusi dan nepotisme di pemerintahan Bakiyev, serta memprotes kenaikan tarif listrik dan harga gas hingga 200 persen.

Sehari setelah kerusuhan, koalisi oposisi yang dipimpin mantan Menlu Roza Otunbayeva langsung mengambil alih kekuasaan dengan membentuk pemerintahan sementara selama 6 bulan. Otunbayeva mengangkat dirinya sebagai penjabat presiden, membubarkan parlemen, dan mendesak Bakiyev mundur.

Siap melawan

Bakiyev untuk pertama kalinya keluar dari persembunyian dan tampil di depan publik Teyit, daerah kelahirannya, Kirgistan selatan, Senin (12/4).

Di depan massa pendukungnya, dia menyalahkan lawan-lawan politiknya, oposisi, dan bersikeras tidak akan meletakkan jabatan. Dia minta warga tidak mengakui pemerintahan yang dinilainya ilegal.

Berdiri dan berbicara di tangga kantor wali kota setempat, Bakiyev menegaskan, dirinya masih berstatus presiden. Dia menuduh oposisi sebagai ”gangster-gangster alam”. Dia mempunyai beberapa alasan kuat untuk bersembunyi, tetapi kekuasaannya justru dirampas.

”Saya Presiden. Tidak ada pihak yang berhak atau berwenang memaksa saya mundur. Ini bukan revolusi, tetapi perebutan kekuasaan,” katanya disambut sorak-sorai massa pendukungnya.

Bakiyev juga mengulangi seruannya kepada PBB untuk mengirim pasukan perdamaian ke Kirgistan. Kata dia, pasukan diperlukan untuk membantu mencegah pecahnya perang saudara, pertikaian antar-warga.

Didukung Rusia

Perlawanan Bakiyev muncul saat Otunbayeva sedang mencari dukungan Rusia. Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin mendukung pemerintahan sementara Kirgistan. Bahkan, tim khusus utusan Otunbayeva yang dipimpin Wakil Kepala Pemerintahan sementara Kirgistan, Almazbek Atambayev, sudah menemui otoritas Rusia yang berjanji akan memberi bantuan.

Dukungan Rusia itu menguatkan kembali spekulasi bahwa Rusia berada di balik kerusuhan yang diikuti pengambilalihan kekuasaan oleh oposisi. Rusia gerah karena Bakiyev telah memperpanjang izin operasi pangkalan udara Manas bagi militer AS.

Atambayev mengatakan, pihaknya sedang menyiapkan operasi khusus penangkapan Bakiyev. Operasi ditunda sementara untuk mencegah pertumpahan darah karena Bakiyev berada di tengah massa pendukungnya.

Bakiyev dituduh telah menjarah kas negara karena dana yang tersisa hanya 986 juta som (16 juta euro atau 22 juta dollar AS). Atambayev mengatakan, pihaknya sudah meminta bantuan lebih dari 150 juta dollar AS.

(AFP/AP/REUTERS/CAL)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau