Bappenas: Jembatan Selat Sunda Dibangun 2012

Kompas.com - 13/04/2010, 13:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Deddy S Priatna memperkirakan, pembangunan jembatan Selat Sunda dapat mulai dilakukan pada awal atau pertengahan 2012.

"Awal 2012 baru bisa dibangun, pertengahanlah, sehingga selesai 2017-2018," kata Deddy seusai rapat koordinasi di Kantor Menko Perekonomian Jakarta, Selasa (13/4/2010).

Menurut dia, pembangunan jembatan Selat Sunda memerlukan berbagai persiapan, termasuk studi kelayakan dan pembuatan desain jembatan. "Perlu diperdalam dulu, studi kelayakan sekitar 1,5 tahun, terus pembuatan desain hingga 2012," katanya.

Ia menyebutkan, Tim Nasional Pembangunan Jembatan Selat Sunda memang sudah dibentuk berdasarkan peraturan presiden (perpres). "Tetapi, masih harus dibentuk lagi working group memakai keputusan Menko Perekonomian, diharapkan pekan depan sudah terbit," katanya.
    
Sementara itu, menanggapi pembiayaan pembangunan Selat Sunda dengan pinjaman dari China, Deddy mengatakan, pinjaman sebesar 10 miliar dollar AS merupakan jumlah yang sangat besar. "Itu besar sekali, padahal ini kan diarahkan menggunakan pola kemitraan pemerintah swasta (PPP). Jumlah pinjaman itu terlalu besar kalau pemerintah harus menanggungnya," katanya.
    
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan, pemerintah serius merencanakan pembangunan jembatan Selat Sunda.

Ia menyebutkan, keputusan tentang tim kerja sudah dibentuk, tetapi memang belum resmi ditandatangani oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa. "Tim akan menyiapkan perencanaan, memperdetail perencanaan, dan memperdalam feasibilitasnya," kata Menteri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau