JAKARTA, KOMPAS.com — Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Deddy S Priatna memperkirakan, pembangunan jembatan Selat Sunda dapat mulai dilakukan pada awal atau pertengahan 2012.
"Awal 2012 baru bisa dibangun, pertengahanlah, sehingga selesai 2017-2018," kata Deddy seusai rapat koordinasi di Kantor Menko Perekonomian Jakarta, Selasa (13/4/2010).
Menurut dia, pembangunan jembatan Selat Sunda memerlukan berbagai persiapan, termasuk studi kelayakan dan pembuatan desain jembatan. "Perlu diperdalam dulu, studi kelayakan sekitar 1,5 tahun, terus pembuatan desain hingga 2012," katanya.
Ia menyebutkan, Tim Nasional Pembangunan Jembatan Selat Sunda memang sudah dibentuk berdasarkan peraturan presiden (perpres). "Tetapi, masih harus dibentuk lagi working group memakai keputusan Menko Perekonomian, diharapkan pekan depan sudah terbit," katanya.
Sementara itu, menanggapi pembiayaan pembangunan Selat Sunda dengan pinjaman dari China, Deddy mengatakan, pinjaman sebesar 10 miliar dollar AS merupakan jumlah yang sangat besar. "Itu besar sekali, padahal ini kan diarahkan menggunakan pola kemitraan pemerintah swasta (PPP). Jumlah pinjaman itu terlalu besar kalau pemerintah harus menanggungnya," katanya.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan, pemerintah serius merencanakan pembangunan jembatan Selat Sunda.
Ia menyebutkan, keputusan tentang tim kerja sudah dibentuk, tetapi memang belum resmi ditandatangani oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa. "Tim akan menyiapkan perencanaan, memperdetail perencanaan, dan memperdalam feasibilitasnya," kata Menteri.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang