Tawon Calon Pengganti Bajaj

Kompas.com - 13/04/2010, 14:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - setelah menunggu beberapa waktu, akhirnya PT Super Gasindo Jaya, produsen mobil nasional Tawon sudah bisa menjual produk ke konsumen. Rencananya, Tawon Akan membidik segmen komersil armada transportasi massal seperti bajaj.

General Manager Tawon Njoto Kuntoaji menjelaskan, izin sudah dikantongi sejak awal tahun ini. Pada Juli 2010, pabrikan akan mulai menjual secara massal dan telah disiapkan 150 unit.

"Kita sudah mengantongi nomor mesin, nomor rangka, dan akan mulai program marketing Mudik Bersama Tawon untuk pemasaran pada Juli," ujar Nyoto di sela Pameran Industri Alat Transportasi dan Pendukungnya di Gedung Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (13/4).

Sebenarnya, kata Nyoto, Tawon sudah mendapat rekomendasi dari pihak Direktorat Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya (DLLAJR) untuk menggantikan posisi Bajaj sebagai kendaraan umum di ibukota. Tapi, hingga berita ini diturunkan pihak Pemda DKI Jakata masih belum meluncurkan keputusan terkait rekomendasi.

"Kita tidak tahu, kenapa Tawon tak bisa menggantikan bajaj karena lebih efisien. Karena belum ada keputusan dari Pak Fauzi Wibowo, kita belum bisa bergerak," papar Nyoto.

Tawon masuk ke pasar ditawarkan dalam dua model, hatchback dan pick up. Untuk hatchback dibandrol degan harga Rp 48 juta per unit dan Rp40 juta per unit untuk pick up, on the road Jakarta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau