Persela Bidik Piala Indonesia

Kompas.com - 13/04/2010, 15:14 WIB

Lamongan, Kompas - Menang tiga kali berturut-turut pada kompetisi Djarum Liga Super Indonesia, Persela Lamongan membidik turnamen Piala Indonesia yang akan bergulir mulai Rabu (14/4). Bertindak sebagai tuan rumah, Persela bertekad menyapu bersih tiga pertandingan di kandang. Persela berada di Grup B bersama Persija Jakarta, Persikab Kabupaten Bandung, dan Persiba Bantul.

Menurut Pelatih Persela Djoko Susilo, kemenangan terakhir atas Sriwijaya FC pekan lalu memberi kekuatan mental bagi anak asuhnya. Apalagi, kemenangan 3-1 itu merupakan kemenangan ketiga secara berturut-turut. Modal itu menjadi dasar bagi Persela untuk menyapu bersih laga di Grup B Piala Indonesia.

"Kemenangan tersebut memberi kepercayaan diri tinggi bagi pemain kami untuk berlaga pada Piala Indonesia. Kami bertekad akan menyapu bersih semua babak penyisihan grup. Apalagi, kami bertindak sebagai tuan rumah di Grup B," ujar Djoko, Senin (12/4) di Lamongan.

Laga pertama Persela pada turnamen ini adalah menjamu Persija Jakarta pada Jumat (16/4). Dua hari berikutnya, tim "Laskar Joko Tingkir" akan menghadapi Persikab Kabupaten Bandung. Pada laga penyisihan terakhir, Selasa (20/4), Persela melawan Persiba Bantul.

Di atas kertas, satu-satunya lawan kuat Persela pada Piala Indonesia adalah Persija. Pada pertemuan pertama di kompetisi Liga Super Indonesia, Persela menyerah 0-1 di Jakarta. Adapun menghadapi dua tim dari divisi utama, yakni Persikab Kabupaten Bandung dan Persiba Bantul, Persela optimistis mampu mencuri kemenangan.

"Peluang untuk lolos dari babak kualifikasi grup cukup besar. Tentu saja kemenangan akan menjadi sebuah prestise bagi tim kami," tutur mantan Pelatih Persiwa Wamena tersebut.

Belum ada kejelasan

Berkaitan dengan prestasi menawan yang disuguhkan Djoko, belum ada kejelasan apakah manajemen Persela akan memperpanjang kontrak pelatih berusia 50 tahun itu hingga musim depan. Menurut Ketua Pembentukan Tim Persela Yurohnur, kinerja Djoko hingga akhir musim akan terus dievaluasi. Namun, katanya, masih terbuka kemungkinan kontrak pelatih kelahiran Malang itu diperpanjang.

"Sementara ini Djoko menangani Persela hingga sisa musim kompetisi. Namun, jika prestasinya memang bagus, tidak menutup kemungkinan kami mengontrak dia untuk musim depan. Kami lihat saja nanti," ujar Yurohnur.

Hingga pekan ke-27 kompetisi Djarum Liga Super Indonesia, Persela bertengger di posisi kesembilan dengan nilai 38. Untuk sementara, posisi tersebut aman dari ancaman degradasi. Persela berselisih tujuh angka dari penghuni zona play-off, Bontang FC, yang berada di peringkat ke-15.

Akibat penampilan buruk Fabiano da Rosa dan kawan-kawan menjelang berakhirnya putaran pertama, Persela sempat berada di papan bawah klasemen. Hal itu mendorong pengurus Persela memutus kontrak Widodo C Putra sebagai pelatih. Masuknya Djoko menggantikan Widodo mampu mengangkat tim ke papan tengah klasemen. (APO)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau