KPK Akan Kirim Tim Dokter Cek Kesehatan Nunun

Kompas.com - 13/04/2010, 17:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana akan menyiapkan tim untuk memeriksa kondisi kesehatan Nunun Nurbaeti, yang saat ini berada di Singapura menjalani perawatan kesehatan.

Juru Bicara KPK Johan Budi dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (13/4/2010) sore, mengatakan, tim yang akan dibentuk oleh KPK meliputi dokter rujukan KPK yang bertugas mengecek kondisi medis Nunun, yang mengklaim menderita penyakit lupa berat.

"Kemungkinan KPK akan membawa dokter rujukan KPK untuk memeriksa kondisi medis Ibu Nunun, entah apakah itu di Singapura, atau akan membawa tim yang di dalamnya ada dokter rujukan KPK tersebut," jelas Johan.

Rencana itu sendiri, lanjutnya, masih dalam pembahasan. Terkait dengan terus mangkirnya Nunun sebagai saksi dalam beberapa persidangan di Pengadilan Tipikor dalam kasus cek perjalanan, Johan menyatakan, KPK akan coba melakukan pemanggilan kembali.

"Kita akan melakukan pemanggilan lagi, bila perlu surat pemanggilan itu kita sampaikan langsung ke yang bersangkutan," tandas Johan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau