KOMPAS.com - Bukannya keriaan yang dipetik oleh delapan pekerja Palang Merah di kawasan timur Republik Demokratik Kongo, Jumat lalu. Sebaliknya, malapetakalah yang mereka petik.
Soalnya, sebagaimana AP menulis, Selasa (13/4/2010), delapan pekerja itu justru diculik kelompok pemberontak di Kivu Selatan. Ironisnya, mereka baru saja bekerja keras membantu para pengungsi. Rinciannya, para pekerja itu adalah tujuh warga Kongo dan satu warga negara Swiss.
Sampai sekarang, pejabat Palang Merah masih terus melakukan kontak dengan milisi propemerintah Mai Mai Yakutumba. Kuat dugaan, merekalah yang menculik para pekerja tadi. Tak berhenti sampai di situ, pasukan penjaga perdamaian PBB yang beroperasi di kawasan tak berhukum itu, juga sudah diminta bantuan.
Jika dihitung-hitung, hampir dua dasawarsa, kekerasan tak henti-hentinya menimpa kawasan timur Kongo. Di situ, Komite Palang Merah Internasional (ICRC), menancapkan daerah kerjanya. Termasuk juga, beberapa organisasi amal.
Sementara, delapan tahun silam, pembunuhan terjadi pada enam delegasi ICRC. Padahal, tahun itu merupakan ujung dari baku perang lima tahun dari pertikaian enam negara.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang