Sepak bola

Mimpi Membawa Coates ke Piala Dunia

Kompas.com - 14/04/2010, 03:43 WIB

Usia saya 19 tahun, masih sangat muda. Bisa berangkat ke Piala Dunia itu mimpi setiap pemain. Ini hal yang besar dalam hidup saya,” tutur Sebastian Coates. Dialah pemain termuda di tim nasional Uruguay yang akan berlaga di Piala Dunia Afrika Selatan, Juni 2010.

Pemilik postur tubuh tinggi dan rambut pirang ini berdiri sambil menyeruput teh saat diwawancarai. Botol air panas ditaruh di bawah ketiaknya. Dandanannya khas Uruguay.

Berlaga di Piala Dunia adalah impian setiap pemain remaja. Mimpi yang terus dipupuk tak mustahil menjadi kenyataan. Itulah keyakinan Coates. Dan, momen itu datang juga tahun ini. Pelatih timnas Uruguay, Oscar Washington Tabarez, mengajak Coates untuk bergabung.

Melakoni debut internasional di pergelaran akbar Piala Dunia adalah sesuatu yang langka. Coates merasa sangat beruntung mendapatkan kesempatan itu.

Coates masih berada di bangku cadangan sewaktu tim Uruguay melawan Kosta Rika pada pertandingan play off. Ia hampir turun lapangan, tetapi gagal. Seusai penyisihan, Coates justru ditunjuk Tabarez untuk masuk timnas.

Menurut Tabarez, Coates urung menjalani debut pada leg pertama pada November 2009 di San Jose karena saat itu pemain tengah belakang, Diego Godin, merasa mampu bermain.

”Pada laga pertama melawan Kosta Rika, tadinya kami mau memasukkan Coates. Saat itu Godin cedera pada menit-menit akhir babak pertama,” ungkap Tabarez. Namun, Godin saat itu berhasil meyakinkan pelatih bahwa ia mampu. Ia bilang, ”Percaya saja kepada saya, saya baik-baik saja.”

Godin pun melanjutkan permainan. Jika saat itu ia tumbang, Coateslah penggantinya. ”Ia akan berjaga ketat di pertahanan,” ujar Tabarez. Baginya, laga melawan Kosta Rika adalah laga mengasyikkan dan penting. Laga itu menentukan apakah Uruguay akan ke Afrika Selatan atau tidak. ”Saat itu, saya benar-benar bangga,” kata dia.

Urung dilibatkan dalam penyisihan play off menjadi keuntungan bagi sejarah karier Coates. Justru di Piala Dunia ia pertama kali menapaki karier internasionalnya.

Kerja keras

Coates merasa selalu bekerja keras untuk bisa meraih kesempatan langka ini. ”Bekerja keras di setiap pertandingan bersama klub saya. Saya berpikir, bagaimana agar bisa bermain bagus dan menunjukkan bahwa saya bisa berlaga di Piala Dunia,” papar bek klub Nacional ini.

Coates memandang Uruguay sebagai skuad yang tangguh, dengan para pemain yang mampu menunjukkan diri di pentas Eropa, bahwa mereka bisa tampil berbeda. ”Saya kira, kami harus yakin, Uruguay memiliki skuad yang sangat bagus. Selanjutnya, kita lihat nanti,” katanya.

Uruguay satu grup dengan Afrika Selatan, Perancis, dan Meksiko di Grup A Piala Dunia. ”Semua lawan kami ini sulit (dikalahkan). Tidak ada yang lemah. Ini Piala Dunia. Mereka berada di sana karena mereka adalah tim-tim hebat,” terang kelahiran 7 Oktober 1990 ini.

Sejarah Uruguay pada masa lalu sebagai juara Piala Dunia menjadi faktor positif. Banyak tim yang belum pernah menjadi juara dan Uruguay sudah pernah. ”Saya pikir ini akan dihargai,” katanya. Namun, lanjut dia, ia tidak akan terlalu menuruti ambisinya. (REUTERS/IVV)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau