Ferrari Tak Khawatir soal Daya Tahan Mesin

Kompas.com - 14/04/2010, 03:55 WIB

London, Selasa - Tim Ferrari yakin, tidak ada alasan untuk khawatir soal daya tahan mesin menyusul analisis mendalam soal kegagalan mesin mereka pada Grand Prix Malaysia. Fernando Alonso terpaksa keluar dari balapan di Sepang setelah mesinnya rusak, dua lap sebelum balapan usai.

Tim Sauber, yang juga menggunakan mesin Ferrari, mengalami masalah yang sama. Tim Ferrari, yang melakukan penggantian mesin guna mencegah kegagalan pada balapan kedua Formula Satu musim 2010 di Grand Prix Australia, menimbulkan ketakutan mengenai kecukupan penggunaan jatah mesin mereka hingga akhir musim.

Seperti dikutip situs Autosport, Ferrari, Selasa (13/4), menyatakan bahwa tidak ada masalah dengan mesin mereka itu dan akan menggunakannya kembali pada balapan akhir pekan ini di Grand Prix China. Kepala Divisi Mesin Ferrari Luca Marmorini mengungkapkan, masalah yang dialami Alonso di Sepang kemungkinan terkait fakta bahwa ia harus menggunakan mesinnya secara berbeda akibat kegagalan kotak persneling (gearbox).

”Kami telah melakukan studi mendalam mengenai apa yang terjadi dan dua masalah yang terjadi tidak berkaitan,” kata Marmorini kepada situs Ferrari. ”Di Sepang, mesin Fernando (Alonso) mengalami kegagalan struktural, sebuah tipe yang tidak pernah kami lihat selama tes. Kami percaya hal itu karena pebalap harus menggunakan mesin tidak semestinya selama balapan karena masalah persneling yang dialaminya sejak start.”

Ditambahkan, masalah yang dialami Alonso juga tidak berhubungan dengan apa yang terjadi pada tim Sauber, yang dipercaya mengalami masalah sensor elektronik. ”Setiap mobil memiliki delapan mesin yang bisa digunakan oleh pebalap selama satu musim dan kami berencana memakai strategi dalam penggunaan mesin. Sebagai tindakan hati-hati, kami tidak menggunakan mesin dari Bahrain untuk balapan di Australia, tetapi akan menggunakannya lagi di China,” ujar Marmorini.

Briatore bisa kembali

Federasi Otomobil Internasional (FIA) sepakat mengakhiri skors seumur hidup mantan bos tim Formula Satu Renault, Flavio Briatore. FIA mengizinkan Briatore untuk kembali ke Formula Satu setelah musim 2012. Dalam pernyataannya, FIA menyatakan bahwa perjanjian telah tercapai untuk mengakhiri proses hukum yang berlarut-larut dengan miliuner asal Italia tersebut.

Briatore dan mantan kepala teknisi Renault, Pat Symonds, yang hukumannya juga dipangkas, terkena hukuman terkait keterlibatan mereka dalam skandal di balapan Grand Prix Singapura 2008. Dalam pernyataannya, FIA menyatakan, keduanya telah mengetahui tanggung jawabnya dalam kecelakaan tersengaja di Singapura serta menyampaikan penyesalan dan permintaan maaf.

”Mereka akan absen dari peran di Formula Satu hingga 31 Desember 2012, dan juga semua kompetisi yang terdaftar di kalender FIA hingga akhir musim 2011,” demikian pernyataan FIA.

FIA menghukum Briatore dan Symonds karena keterlibatan mereka saat memerintahkan pebalap asal Brasil, Nelson Piquet, untuk sengaja menabrak ke dinding agar safety car keluar untuk membantu Fernando Alonso, rekan setimnya, memenangi balapan di Singapura tersebut.

Figur berwarna

Briatore adalah seorang figur ”berwarna” dan terkadang kontroversial, yang berperan besar dalam karier juara dunia dua kali, Fernando Alonso dan pebalap Australia, Mark Webber. Bulan lalu ia menyatakan tidak akan pernah kembali ke Formula Satu. Meski demikian, bos Formula Satu, Bernie Ecclestone, menyatakan bahwa kembalinya Briatore bakal membantu mempromosikan Formula Satu.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan terpisah, Briatore sepakat untuk ”bertanggung jawab dengan kejadian di Singapura dalam kapasitasnya sebagai bos tim F1 Renault, tanpa pengakuan soal kesalahan personal dalam kejadian itu”. ”Tidak ada komentar lanjutan yang akan dikeluarkan Flavio Briatore, yang berharap untuk melupakan masalah itu dan fokus dengan rencana masa depan,” demikian pernyataan tersebut. (reuters/ray)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau