Tim Sauber, yang juga menggunakan mesin Ferrari, mengalami masalah yang sama. Tim Ferrari, yang melakukan penggantian mesin guna mencegah kegagalan pada balapan kedua Formula Satu musim 2010 di Grand Prix Australia, menimbulkan ketakutan mengenai kecukupan penggunaan jatah mesin mereka hingga akhir musim.
Seperti dikutip situs Autosport, Ferrari, Selasa (13/4), menyatakan bahwa tidak ada masalah dengan mesin mereka itu dan akan menggunakannya kembali pada balapan akhir pekan ini di Grand Prix China. Kepala Divisi Mesin Ferrari Luca Marmorini mengungkapkan, masalah yang dialami Alonso di Sepang kemungkinan terkait fakta bahwa ia harus menggunakan mesinnya secara berbeda akibat kegagalan kotak persneling (gearbox).
”Kami telah melakukan studi mendalam mengenai apa yang terjadi dan dua masalah yang terjadi tidak berkaitan,” kata Marmorini kepada situs Ferrari. ”Di Sepang, mesin Fernando (Alonso) mengalami kegagalan struktural, sebuah tipe yang tidak pernah kami lihat selama tes. Kami percaya hal itu karena pebalap harus menggunakan mesin tidak semestinya selama balapan karena masalah persneling yang dialaminya sejak start.”
Ditambahkan, masalah yang dialami Alonso juga tidak berhubungan dengan apa yang terjadi pada tim Sauber, yang dipercaya mengalami masalah sensor elektronik. ”Setiap mobil memiliki delapan mesin yang bisa digunakan oleh pebalap selama satu musim dan kami berencana memakai strategi dalam penggunaan mesin. Sebagai tindakan hati-hati, kami tidak menggunakan mesin dari Bahrain untuk balapan di Australia, tetapi akan menggunakannya lagi di China,” ujar Marmorini.
Federasi Otomobil Internasional (FIA) sepakat mengakhiri skors seumur hidup mantan bos tim Formula Satu Renault, Flavio Briatore. FIA mengizinkan Briatore untuk kembali ke Formula Satu setelah musim 2012. Dalam pernyataannya, FIA menyatakan bahwa perjanjian telah tercapai untuk mengakhiri proses hukum yang berlarut-larut dengan miliuner asal Italia tersebut.
Briatore dan mantan kepala teknisi Renault, Pat Symonds, yang hukumannya juga dipangkas, terkena hukuman terkait keterlibatan mereka dalam skandal di balapan Grand Prix Singapura 2008. Dalam pernyataannya, FIA menyatakan, keduanya telah mengetahui tanggung jawabnya dalam kecelakaan tersengaja di Singapura serta menyampaikan penyesalan dan permintaan maaf.
”Mereka akan absen dari peran di Formula Satu hingga 31 Desember 2012, dan juga semua kompetisi yang terdaftar di kalender FIA hingga akhir musim 2011,” demikian pernyataan FIA.
FIA menghukum Briatore dan Symonds karena keterlibatan mereka saat memerintahkan pebalap asal Brasil, Nelson Piquet, untuk sengaja menabrak ke dinding agar safety car keluar untuk membantu Fernando Alonso, rekan setimnya, memenangi balapan di Singapura tersebut.
Briatore adalah seorang figur ”berwarna” dan terkadang kontroversial, yang berperan besar dalam karier juara dunia dua kali, Fernando Alonso dan pebalap Australia, Mark Webber. Bulan lalu ia menyatakan tidak akan pernah kembali ke Formula Satu. Meski demikian, bos Formula Satu, Bernie Ecclestone, menyatakan bahwa kembalinya Briatore bakal membantu mempromosikan Formula Satu.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan terpisah, Briatore sepakat untuk ”bertanggung jawab dengan kejadian di Singapura dalam kapasitasnya sebagai bos tim F1 Renault, tanpa pengakuan soal kesalahan personal dalam kejadian itu”. ”Tidak ada komentar lanjutan yang akan dikeluarkan Flavio Briatore, yang berharap untuk melupakan masalah itu dan fokus dengan rencana masa depan,” demikian pernyataan tersebut.