"letter of credit"

Kasus Misbakhun Diserahkan ke Polisi

Kompas.com - 14/04/2010, 05:06 WIB

Jakarta, Kompas - Sekretaris Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum yang juga Staf Khusus Presiden Bidang Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, Penegakan Hukum dan HAM Denny Indrayana menyatakan, setelah keluarnya izin pemeriksaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada anggota DPR, Misbakhun, langkah selanjutnya sepenuhnya diserahkan kepada Kepolisian Negara RI untuk menyidik hingga tuntas kasus letter of credit atau L/C Bank Century.

Namun, menurut Denny, di Istana, Jakarta, Selasa (13/4), yang menarik dari kasus Misbakhun adalah latar belakangnya sebagai mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.

”Jadi, kalau sekarang ada masalah Gayus HP Tambunan, ada Bahasyim Assifie, muncul juga kasus Misbakhun. Karena yang bersangkutan juga mantan pegawai pajak. Bahkan, ada informasi dia punya kedekatan dengan mantan Direktur Jenderal Pajak yang sekarang Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Hadi Purnomo,” ujar Denny tanpa merinci keterkaitannya.

Memang, menurut Denny, kasus-kasus itu belum tentu terkait. ”Akan tetapi, informasi ini harus didalami karena orang mengait-kaitkannya,” ujar Denny.

Secara terpisah, Misbakhun, yang terkait dengan kasus L/C Bank Century, mengakui, dirinya memang pernah bekerja sebagai pegawai Ditjen Pajak. Namun, pada 2005, Misbakhun mengundurkan diri.

Misbakhun mengakui pernah menjadi anak buah Hadi Purnomo. ”Hubungan saya hanya atasan dan bawahan dengan Pak Hadi Purnomo. Apakah yang salah?” tanya Misbakhun.

Tentang kasus yang menimpanya dan sudah adanya izin dari Presiden, Misbakhun berpikir positif. ”Saya akan menghormati proses hukum yang dijalankan Polri dan berusaha taat pada hukum,” ujarnya. (HAR)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau