Indonesia Target Utama Investor Produsen Otomotif

Kompas.com - 14/04/2010, 07:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com –Iklim politik Thailand  yang kian panas membuat para pebisnis otomotif yang semula menjadikan negara Gajah Putih sebagai tujuan utama, kini memandang Indonesia lebih serius. Apalagi, penjualan produk otomotif, sepedamotor dan mobil terus bergairah.

"Saya bukan mengatakan kita memanfaatkan situasi itu. Tetapi menjadikan momentum ini sebagai peluang untuk maju," ujar Menteri Perindustrian MS Hidayat di Jakarta, kemarin. Ditambahkannya,  para prinsipal di Jepang sudah menyatakan ketertarikan menjadikan Indonesia sebagai alternatif investasi di ASEAN. Catatan mereka, harus ada kepastian hukum, kemudahan peraturan dan insentif fiskal.

Beberapa waktu lalu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan menyatakan, sekitar 25 perusahaan asal Thailand tertarik berinvestasi di sektor industri komponen di Indonesia. Hanya belum ada informasi nilai investasi dan beberapa produsen yang akan masuk.

Ketertarikan tersebut salah satu bukti potensi untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi otomotif terbesar di kawasan ASEAN. Sekaligus menggeser dominasi Thailand yang selama ini terus menghantui keberadaan Indonesia. Padahal pasar terbesar ada di negara ini.

Hadi,  Ketua Umum Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM) menambahkan, produksi industri komponen nasional sudah dipastikan naik mengikuti pasar mobil sepanjang kuartal pertama tahun ini. Pihak GIAMM menyatakan, perusahaan komponen dari Thailand sudah mulai masuk ke pasar Indonesia melalui impor dan berkembang menjadi produksi.

"Sudah ada perusahaan komponen dari Thailand di Indonesia. Mereka mulai masuk tahun lalu dan sekarang sudah memasok OEM (original equipment of manufacturer) pabrikan motor di sini. Untuk  tahun ini, saya belum tahun karena bukan anggota kami," ujar Hadi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau