Hindari Kepikunan dengan Diet Mediterania

Kompas.com - 14/04/2010, 08:02 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com - Menjaga pola makan tetap sehat adalah kunci daya ingat yang prima dan terhindar dari risiko penyakit demensia (pikun). Demikian kesimpulan terbaru sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Archieves of Neurology.

Pola makan ala Mediterania yang sarat akan bahan makanan segar dan rendah lemak disebut-sebut sangat bermanfaat untuk mencegah terjadinya pikun. Para ahli yakin, kombinasi nutrisi yang terdapat dalam ikan, kacang-kacangan, dan sayuran, yang biasa dikonsumsi orang Mediterania bisa menjaga fungsi sel-sel otak.

Dr.Yian Gu dan timnya dari Columbia University Medical Centre di Amerika Serikat mengamati pola makan 2.148 para pensiunan yang tinggal di New York, AS. Selama empat tahun periode penelitian, 253 orang-orang lansia tersebut menderita penyakit Alzheimer, penyebab utama terjadinya demenisa.

Ketika dilacak pola makan para responden, diketahui mereka yang sering mengonsumsi salad, kacang-kacangan, ikan, buah dan sayur, serta jarang mengonsumsi makanan tinggi lemak dan daging merah, adalah para responden yang terbebas dari demensia.

Para peneliti menduga, kombinasi nutrisi yang terdapat dalam variasi makanan sangatlah penting. Diet Mediterania diketahui kaya akan kandungan omega-3 dan 6, vitamin E dan asam folat, serta vitamin B12.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau