Otomotif Indonesia Berupaya Kejar Thailand

Kompas.com - 14/04/2010, 10:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam hal industri otomotif, bisakah Indonesia menyamai Thailand? Tak usah ke sektor paling utama, menyentuh perakitan. Tapi, cukup berkompetisi di basis industri komponen. Kalau saja, semua instansi terkait ikut mendukung, tidak sulit bagi industri komponen di Tanah Air untuk berada di barisan paling depan di ASEAN.

Peluang itu ada, mengingat Kementerian Perindustrian (Kemenperin)- selaku pembina industri nasional - bertekad untuk menyamai basis industri komponennya dengan negara tetangga Thailand. Negeri Gajah Putih bisa unggul karena memiliki industri komponen yang kuat, sehingga lebih kompetitif dari segi ongkos produksi.

Budi Darmadi, Direktur Jenderal Industri Alat Transportasi dan Telematika Kemenperin mengatakan, saat ini jumlah produsen komponen tier satu dan dua di Indonesia terdapat 600-700 perusahaan. Sementara Thailand, lanjutnya, satu setengah kali lipat dari Indonesia.

"Target saya meningkatkan jumlah hingga dua kali lipat dari tahun ini, mencapai 1.000-1.200 perusahaan. Kita ingin menyamai kapasitas di Thailand," ujar Budi di Jakarta, kemarin.

Saat ini, lanjut Budi, hampir seluruh aktivitas pabrik perakitan otomotif di Indonesia sudah memanfaatkan dua shift kerja seiring mengelembungnya pasar. Apalagi, tahun ini pasar domestik nasional berpotensi menggeser posisi Thailand sebagai yang terbesar di ASEAN hingga 640.000-700.000 unit.

"Untuk itu, saya terus menawarkan industri komponen di ASEAN dan luar ASEAN untuk masuk ke sini melakukan investasi dengan win-win solution. Bila investor dapat kepastian pasar yang besar, kita bisa memperkuat struktur industri komponen di Indonesia," tambah Budi.

Sementara itu, sepanjang tahun ini omzet industri komponen kendaraan bermotor roda empat meningkat dari Rp15 triliun pada 2007 lalu menjadi Rp20 triliun. Potensi pasar masih terbuka luas untuk tumbuh lebih besar.

Mengacu data Kemenperin, pada 2009 sektor otomotif nasional telah menampung tenaga kerja total 194.000 orang untuk kendaraan roda empat dengan investasi Rp3,390 miliar. Adapun jumlah tenaga kerja yang diserap sektor kendaraan roda dua 172.000 orang dengan investasi sebesar Rp2,964 miliar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau