Lagi, Radja Ditinggal Drumer dan Pemain Bas

Kompas.com - 14/04/2010, 15:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejarah berulang dalam perjalanan band Radja, yang berdiri pada 2001. Seno (drum) dan Indra (bas), yang menggantikan Adit dan Shuma pada 2003, kini juga meninggalkan grup tersebut. Indra dan Seno mengaku tak cocok lagi bekerja sama dengan kakak-beradik Ian Kasela (vokalis) dan Moldy (gitar).

 

Seno dan Indra resmi keluar dari Radja pada 1 April 2010. "Berita itu benar dan bukan kabar lagi. Saya dan Indra secara resmi memutuskan untuk keluar dari Radja," ucap Seno ketika dihubungi melalui telepon genggam, Rabu (14/4/2010). "Tidak ada satu visi lagi, karena kami tidak bisa satu management lagi, dalam hal ini bicara pekerjaan saja," terang Seno tentang penyebab perpisahan itu.

 

Namun, Seno membantah bahwa ia dan Indra meninggalkan Radja karena terjadi  ketidakberesan dalam pembagian penghasilan. "Ah, itu gosip, tapi di sini lebih kepada aturan saja," tegas Seno, yang mengaku sudah ingin berpisah dari Radja sejak satu tahun lalu.

 

Masih kata Seno, ia dan Indra pergi dari Radja bukan juga karena konflik antarpersonel. "Kami masih berhubungan baik. Memang, awalnya mereka (Ian dan Moldy) tidak mengizinkan kami keluar. Tapi, akhirnya mereka bisa menerima juga," ucapnya. (C9-09)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau