Kementerian Keuangan Kirim 20 Nama ke PPATK

Kompas.com - 14/04/2010, 15:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan sudah mengirimkan 20 nama pegawai negeri sipil di lingkungan kementerian tersebut kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan atau PPATK. Inspektorat Jenderal atau Itjen meminta PPATK memeriksa kewajaran rekening yang dimiliki oleh para pegawai yang kini bekerja di Direktorat Jenderal Pajak tersebut.

"Saya tidak mengirim nama pejabat eselon I untuk sementara. Namun, saya akan melakukannya," ujar Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan Hekinus Manao di Jakarta, Rabu (14/4/2010), seusai menghadiri penandatanganan Pakta Integritas semua pejabat eselon I di Kementerian Keuangan di hadapan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Menurut Hekinus, ke-20 nama yang dikirimkan ke PPATK itu merupakan para pejabat yang selama ini memiliki hubungan kerja dengan posisi Gayus Tambunan. Dengan demikian, pengiriman nama-nama tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas pemeriksaan terhadap dugaan kasus makelar pajak Gayus.

"Kami tidak ingin mengirim nama banyak-banyak, sampai 5.000 orang, misalnya. Untuk meminta satu nama saja akan sangat lama memperoleh informasinya," ujarnya.

Hekinus mengatakan, 20 nama PNS yang dikirim tersebut sama sekali berbeda dengan 26 nama yang dikirim PPATK sebelumnya. Hal itu dimungkinkan karena dasar penetapan daftar nama dilakukan oleh PPATK dan Itjen Kementerian Keuangan. PPATK membuat daftar 26 nama karena memiliki rekening dengan jumlah dana yang mencurigakan. Adapun Itjen Kementerian Keuangan didasarkan atas keterkaitannya dengan kasus Gayus. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau