Batavia Air Layani Pontianak-Singapura

Kompas.com - 14/04/2010, 18:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Batavia Air pada tanggal 15 April 2010 melakukan penerbangan perdana Singapura - Pontianak - Singapura menggunakan pesawat Airbus A319. Pesawat dengan nomor penerbangan 7P-872 ini bertolak dari Singapura pada pukul 10.35 waktu setempat dan mendarat di Bandara Supadio, Pontianak pada pukul 11.00 WIB. Pesawat ini kembali terbang ke Singapura pada pukul 13.25 WIB. Batavia Air akan mengoperasikan rute penerbangan Singapura - Pontianak - Singapura setiap hari Selasa, Kamis dan Minggu.

"Kami pertama dan satu-satunya yang akan melayani rute Singapura - Pontianak. Potensi bisnis yang besar diantara kedua kota tersebut sangat besar. Biasanya warga Pontianak yang ingin ke Singapura akan transit dulu ke Batam. Melihat kebutuhan masyarakat yang semakin besar, Batavia Air yakin rute baru ini akan bermanfaat bagi kedua negara bertetangga ini," kata Eddy Haryanto, Public Relations Manager Batavia Air dalam siaran persnya kepada Kompas.com, Rabu (14/4/2010).

Kota Pontianak terkenal dengan Kota Khatulistiwa karena dilalui garis lintang nol derajat bumi. Di sebelah utara kota ini, tepatnya Siantan, terdapat monumen atau Tugu Khatulistiwa yang dibangun pada tempat yang tepat dilalui garis lintang nol derajat bumi. Selain itu Kota Pontianak juga dilalui Sungai Kapuas yang merupakan sungai terpanjang di Indonesia.

Menurut Eddy, Batavia Air saat ini masuk ke dalam kategori I (satu) dalam aspek keselamatan penerbangan. Kategori ini merupakan peringkat tertinggi yang dikeluarkan oleh Departemen Perhubungan RI untuk menilai tingkat keselamatan penerbangan suatu maskapai. Setiap 3(tiga) bulan sekali, pemeringkatan ini selalu dievaluasi untuk tetap menjaga kepercayaan terhadap keamanan dan keselamatan dalam penerbangan.

Berbekal 38 armada yang terdiri dari Boeing 737-300, Boeing 737-400, Airbus A-319, Airbus A-320 dan Airbus A330, saat ini Batavia Air mengoperasikan lebih dari 170 penerbangan setiap harinya dan melayani 38 kota tujuan di seluruh Indonesia, serta Guangzhou (China), Kuching (Malaysia) dan Singapura. (*)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau