BANDUNG, KOMPAS.com- Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung akan menggelar simposium terbuka bertema "Meningkatkan Pemahaman Dalam Rangka Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis" di Bandung, Sabtu (17/4/2010).
Ketua Panitia Ida Parwati mengatakan, simposium ini digelar dalam rangka Peringatan Hari Tuberkulosis se-Dunia. Tujuannya memberikan pendidikan dasar pada masyarakat serta pemahaman lanjutan penanganan tuberkulosis di kalangan medis.
Informasi yang diperoleh dari RSHS menyebutkan, jumlah pasien yang memeriksakan diri ke Poliklinik Directly Observed Treatment Shortcourse (DOTS) masih bertambah. Menurut dr Heda Melinda dari Bagian Anak RSHS, rata-rata per tahun, jumlah penderita TB pada anak mencapai 300 orang. Mayoritas penularan berasal dari orang-orang di sekitarnya.
Ini membuktikan bahwa masyarakat mulai sadar tentang penanggulangan TB. "Tapi ini juga membuktikan masih tingginya kasus TB di Jabar," kata Direktur Utama RSHS Rizal Chaidir.
Sementara itu, dr Arto Yuwono dari Bagian Penyakit dalam RSHS mengingatkan, penanggulangan penyakit tuberculosis memang tidak cukup dengan pengobatan. Perubahan gaya hidup sehat sangat diperlukan. Antara lain dengan memperbanyak ventilasi rumah, menjaga kebersihan tubuh, dan rajin membersihkan rumah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang