Gempa China Tewaskan 400 Orang, Lukai 10.000-an Orang

Kompas.com - 14/04/2010, 20:17 WIB

BEIJING, KOMPAS.com - Gempat berkekuatan 6,9 skala Richter, Rabu menewaskan sekitar 400 orang di Dataran Tinggi Tibet, China barat daya dan mencederai lebih dari 10.000 orang sementara rumah-rumah, sekolah-sekolah dan kantor-kantor ambruk.

Serangkaian gempa dan gempa susulan merusak rumah di wilayah Yushu, etnik Tibet, Provinsi Qinghai ambruk, kata penduduk dan media pemerintah.  "Saya melihat orang cedera di mana-mana. Masalah terbesar kini adalah kami kekurangan tenda, kami kekurangan peralatan medis, obat-obatan dan pekerja medis," kata Zhuohuaxia, seorang juru bicara lokal kepada kantor berita Xinhua.

Tentara dikirimkan ke daerah itu dan bantuan dari organisasi-organisasi swasta telah diberangkatkan dari ibu kota provinsi itu, Xining.  "Penduduk sangat ketakutan," kata Pierre Deve, dari Snowland Service Group, satu organisasi non pemerintah, menambahkan banyak yang putus harapan terhadap mereka yang masih terperangkap.

Dataran tinggi Tibet sering dilanda gempa , tetapi korban biasanya sedikit karena tidak banyak penduduk tinggal di daerah itu. Banyak penduduk di daerah terpencil tanpa tempat perlindungan dalam temperatur mendekat beku di Yushu dan bahkan lebih dingin di desa-desa pegunungan.

Para pejabat pemerintah mengemukakan kepada media pemerintah sebagian besar rumah hancur total.  Foto-foto menunjukkan gedung-gedung lebih besar tetap utuh, dengan puing-puing di sekitarnya.

Pemerintah Jepang menawarkan bantuan darurat, kata juru bicara pemerintah Jepang Hirofumi Hirano.

Xinhua memberitakan gempa Rabu pagi itu menyebabkan sejumlah sekolah dan bagian dari satu kantor pemerintah runtuh. Sejumlah siswa sekolah ketrampilan dan pelajar sekolah dasar terperangkap dalam reruntuhan itu, katanya, walaupun penduduk mengatakan sebagian besar siswa dapat melarikan diri ke lapangan bermain.

Penduduk dari departemen jalan raya daerah Yushu sedang berusaha menggali puing-puing untuk menceri keluarga mereka yang terperangkap dalam sebuah gedung yang ambruk, kata pejabat departemen itu Ji Guodong melalui telepon.

"Rumah-rumah itu dibangun menggunakan batu bata dan kuat, tetapi jika gedung-gedung itu ambruk dapat mencederai banyak orang di dalamnya," kata Zhuo De kepada Reuters melalui telepon dari Xining setelah menghubungi keluarganya di Yushu.

Pusat gempa itu terletak di gunung-gunung yang memisahkan provisi Qinghai dari Daerah Otonomi Tibet.

Di kaki-kaki bukit selatan dan timur daerah itu adalah rumah untuk para pengembala dan biara Tibet daerah Yusu , sementara di utara dan barat daerah itu adalah kering dan terpencil.
Gempa itu berpusat sekitar 240km sebelah utara barat daya Qamdo di Tebet dan 375 km sebelah selatan tenggara kota Golmud di Qihai dan berkedalaman 10km, kata Badan Geologi Amerika Serikat.

Satu gempa berkekuatan 5.0 skala Richter melanda daerah yang sama Selasa malam, dan gempa-gempa susulan dan gempa yang melanda Rabu pagi yang berkekuatan 6,9 skala Richter itu menyebabkan penduduk ketakutan dan lari ke jalan-jalan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau