Warga Jepang Menolak Pangkalan Militer AS

Kompas.com - 15/04/2010, 01:33 WIB

TOKYO, KOMPAS.com - Kepala daerah tiga kota di satu pulau Jepang dilaporkan memberitahukan kepada pangkalan militer AS, Rabu (15/4/2010) mereka akan menulis surat kepada Presiden Barack Obama untuk mengatakan penolakan mereka terhadap rencana pemerintah.

Pusat sengketa adalah sekitar keputusan pemerintah mereka meninjau perjanjian 2006, untuk memindahkan Pangkalan Udara Korps Marinir di Funtenma, Okinawa, dari daerah pemukiman ke wilayah pantai yang lebih sepi, di pulau itu.

Media melaporkan, pemerintah Jepang berencana memindahkan pangkalan tersebut ke Tokunoshima, satu pulau di prefektur Kagoshima, di utara Okinawa.

Pemerintah tidak mengkonfirmasikan laporan-laporan itu, namun penduduk Takunoshima telah menyuarakan penentangan terhadap rencana tersebut, dengan sekitar 4.000 orang melakukan unjukrasa memprotes rencana itu bulan lalu.

"Ketiga wali kota di Tokunoshima, yang jika penduduknya dijumlahkan mencapai sekitar 27.000, kini sedang menyusun surat untuk dikirimkan kepada Presiden AS, Barack Obama," kata salah seorang dari tiga wali kota, Akira Okubo.

Rancangan surat itu mengatakan: "Kami, semua penduduk pulau, memprotes terhadap relokasi pangkalan udara ke Tokunoshima. Pulau kami adalah subtropika dan masih kaya dengan lingkungan alam," tulis para wali kota.

"Kami tetap cinta untuk tinggal di Tokunoshima yang indah ini, sebagaimana sekarang, dan untuk generasi mendatang."

Pulau tersebut adalah bagian dari kepulauan Amami, yang dipandang berposisi strategis penting sebagai tempat terdekat ke Korea Utara dan Selat Taiwan - keduanya berpotensi rawan yang memerlukan penyebaran militer AS.

Ketiga wali kota juga sedang mempersiapkan aksi protes lain, yakni unjukrasa pada Ahad, yang menurut mereka akan melibatkan sekitar 10.000 penduduk. "Kami juga akan mengirimkan foto-foto demonstrasi itu kepada Presiden Obama," kata Okubo.

Perdana Menteri Jepang, Yukio Hatoyama, telah berjuang selama beberapa bulan untuk mendapatkan cara pemecahan yang akan memuaskan rakyat pulau Okinawa, bagian dari prefektur Jepang paling selatan, dan tuntutan-tuntutan keamanan AS, sekutu pentingnya.

Hatoyama mengatakan di Washington, dia telah berjanji pada Obama, akan memecahkan sengketa pangkalan itu pada akhir Mei, meskipun pada kenyataannya rakyat Okinawa sejak lama marah dengan kehadiran banyak militer AS.

Media Jepang berspekulasi, Hatoyama mungkin akan mengundurkan diri jika dia gagal bisa memecahkan sengketa itu, sebelum batas-waktu yang dia tetapkan habis.

Pemerintah Obama meminta dengan tegas berdasarkan rencana relokasi 2006, namun juga telah berjanji akan mempertimbangkan suatu usulan tandingan.

Namun demikian, beberapa penjabat AS secara pribadi menyuarakan kejengkelan pada apa yang mereka pandang sebagai ketidaktegasan pemerintah Jepang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau