BI Percaya "Hot Money" Tak Lagi Jadi Ancaman

Kompas.com - 15/04/2010, 08:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Bank Indonesia percaya, dengan kebijakan mengundur jadwal lelang Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dari mingguan menjadi bulanan akan membuat hot money tidak lagi menjadi ancaman bagi apresiasi nilai tukar rupiah. Penyebabnya, investor asing makin percaya diri untuk menanamkan dananya di Indonesia. Hal ini terlihat dari perpindahan dana asing dari SBI satu bulan ke SBI tiga dan enam bulan.

Direktur Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Perry Warjiyo mengatakan, dengan makin banyaknya dana asing di SBI tiga bulan, itu menunjukkan confident asing pada penanaman dana di Indonesia semakin besar. "Hal ini membuat tekanan-tekanan capital reversal mereda," ujarnya.

Perry bilang, perubahan ini membuat sisi volume PUAB rata-rata per hari pada Februari Rp 6-8 triliun dan pada Maret menjadi Rp 8-10 triliun. "Transaksi pasar sekunder per hari juga mengalami kenaikan pada Februari Rp 3-4 triliun, sementara transaksi harian per Maret Rp 4-5 triliun," tambahnya.

Perry menambahkan, selama ini asing membeli SBI di secondary market, mereka tidak ikutan lelang. Dengan adanya perubahan jadwal lelang ini, asing tak akan mudah menjual secara besar-besaran karena ada semacam risiko likuiditas sehingga tidak semudah itu untuk jual. "Sehingga kenapa kami katakan investor asing mau tiga bulan, berati mereka confident, dan tidak ada niat mereka untuk keluar," jelasnya.

Perry bilang, ada tiga hal yang menjadi pertimbangan asing untuk mempertahankan dananya di Indonesia. Pertama, pergerakan harga saham. Saat ini asing sudah lebih melihat fundamental emiten ketimbang spekulasi.

Kedua, nilai apresiasi rupiah yang stabil dan di ikuti BI Rate yang tetap selama ini. Ketiga, gain yang diberikan oleh investasi mereka masih tinggi."Jadi kami, katanya, BI tidak akan mengontol dana asing di Indonesia," ujarnya. (Roy Franedya , Ruisa Khoiriyah/Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau