Raja Ampat Buka Kantor Promosi di Bali

Kompas.com - 15/04/2010, 16:28 WIB

SANUR, KOMPAS.com - Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, yang kaya akan keindahan wisata bahari kelas dunia, membuka kantor promosi di kawasan Sanur, Bali, guna mendekatkan diri pada pasar turisme dunia.

"Wilayah kami memiliki 610 pulau besar dan kecil di kawasan kepala burung, Pulau Irian. Kami bisa berperan besar dalam pengembangan kepulauan yang bertumpu pada potensi sumber daya dan jasa kelautan. Karena itu perlu kantor promosi di Bali," kata Bupati Raja Ampat Marcus Wanma di Sanur, Kamis (15/4/2010).

Melalui kantor promosi itu, katanya, arah pengembangan dan koordinasi pengembangan wisata bahari kelas dunia tersebut diharapkan dapat dilaksanakan secara lebih baik.

Di Raja Ampat, terdapat beberapa resor wisata bahari, hotel, dan situs penyelaman dengan kekayaan terumbu karang dan binatang lautnya, yang mempesona.

Pulau Bali di mata pemangku kepentingan Kabupaten Raja Ampat memiliki posisi penting dalam upaya mempromosikan pariwisata bahari itu. "Bali telah menjadi ikon pariwisata dunia. Kami yakin akan tercipta sinergi yang baik," kata Marcus Wanma.

Data jumlah wisatawan yang berkunjung ke Raja Ampat menunjukkan, hampir 99 persen berasal dari Eropa, Amerika, dan Australia. Dari 7.000 wisatawan yang datang ke Raja Ampat pada tahun lalu, hanya sekitar 200 orang berasal dalam negeri.

Booklet Kabupaten Raja Ampat memaparkan, ekosistem terumbu karang merupakan potensi sumber daya maritim yang menonjol di sana, terutama di gugusan kepulauan kecil. Terdapat sekitar 540 jenis karang keras, termasuk 13 jenis karang endemik, dimana angka itu merupakan 75 persen karang endemik dunia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau