Tragis dan Menyedihkan! Taufik Pun Tersingkir

Kompas.com - 15/04/2010, 18:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Astaga... tragis dan menyedihkan! Hanya inilah pernyataan yang mungkin sangat tepat untuk mengungkapkan keterpurukan prestasi bulu tangkis Indonesia dalam sejumlah pertandingan bergengsi di dunia. Bagaimana tidak, Indonesia yang dulu merupakan raksasa olahraga tepok bulu ini sekarang sudah sangat lemah sehingga mudah ditaklukkan.

Bukti terakhir terjadi pada turnamen bulu tangkis Kejuaraan Asia. Dalam kejuaraan berhadiah 150.000 dollar AS ini, lebih dari sebagian pemain Tanah Air sudah tersapu bersih sebelum melangkah ke perempat final. Lebih parah lagi, mereka kalah oleh pemain-pemain yang kurang ternama.

Taufik Hidayat, yang diharapkan bisa "berbicara", malah kalah dua set langsung 20-22, 16-21 dari pemain non-unggulan Taiwan, Hsueh Hsuan Yi, Kamis (15/4/2010). Padahal, Taufik yang merupakan unggulan pertama menjadi satu-satunya andalan Indonesia untuk meraih gelar di sektor tunggal putra, setelah para rekannya berguguran.

Ya, di sektor tunggal putra, Indonesia sebenarnya mengirimkan lima wakil. Selain Taufik, masih ada Andre Kurniawan Tedjono, Tommy Sugiarto, Dionysius Hayom Rumbaka, dan Nugroho Adi Saputro. Namun, hanya Andre (unggulan ke-15) dan Taufik yang bertahan sampai di babak ketiga sebelum tersingkir. Andre menyerah 18-21, 17-21 dari unggulan kelima asal Thailand, Boonsak Ponsana.

Tiga tunggal putra lainnya, yang merupakan pemain Pelatnas Cipayung, sudah terhenti pada babak kedua yang berlangsung kemarin. Hayom yang merupakan unggulan ke-12 menyerah dua set 14-21, 15-21 dari pemain Taiwan, Chou Tien Chen; Tommy dikalahkan unggulan 13 dari India, Kashyap Parupalli, dengan 21-14; 21-16; dan Nugroho, yang merupakan pemain lapis kedua di pelatnas, kalah 15-21, 15-21 dari Andre.

Kegagalan sektor tunggal putra ini melengkapi krisis yang menimpa sektor tunggal putri dan ganda putra, yang juga sudah tidak punya wakil lagi. Di sektor tunggal putri, dua pemain pelatnas, Maria Kristin Yulianti dan Linda Weni Fanetri, langsung tersingkir pada babak pertama, sedangkan pemain PB Djarum Kudus, Fransiska Ratnasari, terhenti pada babak kedua.

Setali tiga uang, pada sektor ganda putra pun para wakil Indonesia tersapu bersih. Dua pasangan pelatnas, Bona Septano/Rian Sukmawan dan Mohammad Ahsan/Yonathan Suryatama Dasuki, gagal melewati adangan para lawannya, begitu juga dengan mantan pasangan pelatnas Luluk Hadiyanto/Joko Riyadi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau