JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Golkar menolak rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL) karena akan sangat memberatkan masyarakat. "Partai Golkar mengharapkan tak ada kenaikan TDL karena ini akan sangat memberatkan masyarakat," kata Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie seusai rapat DPP Partai Golkar di Slipi, Jakarta, Kamis (15/4/2010).
Rapat yang dihadiri pimpinan DPP dan 16 anggota badan anggaran Fraksi PG tersebut membahas soal RAPBN-P yang diajukan pemerintah.
Menurut Aburizal, kenaikan TDL dalam situasi saat ini akan memberatkan masyarakat. "Dan jangan juga kenaikan TDL untuk industri karena akan membebani industri kita," katanya.
Menaikkan TDL pada saat ini tak tepat. Karena itu, lanjut Aburizal, anggaran subsidi listrik dalam RAPBN-P tidak boleh dikurangi.
Selain menolak TDL, Aburizal menjelaskan bahwa politik anggaran ke depan lebih diperuntukkan bagi kesejahteraan rakyat dan pembangunan infrastruktur. "Partai Golkar menginginkan adanya kenaikan dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat dari Rp 2 miliar per kecamatan menjadi Rp 2,5 miliar," katanya.
Kenaikan ini diharapkan akan bisa mendorong peningkatan infrastruktur di pedesaan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang