Terbuka dengan Anak, Cegah Seks Usia Dini

Kompas.com - 16/04/2010, 10:36 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Aktivitas seks anak pada usia dini harus dicegah melalui peran aktif orangtua dengan cara mengajak diskusi secara terbuka tentang risiko perbuatan tersebut.

Demikian diungkapkan relawan United States Agency for International Development (USAID), Liwayway D Parker, pada seminar tentang pubertas yang diselenggarakan SMA Bopkri II, Yogyakarta, Kamis (15/4/2010) kemarin.

Berdasarkan hasil penelitian selama ini, kata Parker, ada beberapa faktor yang bisa mencegah anak atau remaja tidak terlibat pergaulan bebas dan melakukan hubungan seks pada usia dini, di antaranya bekal pengetahuan dari orangtuanya.

Menurut dia, orangtua hendaknya membekali anak remajanya dengan pengetahuan dan fakta mengenai risiko melakukan hubungan seks pada usia dini. "Misalnya, dengan memberi pengetahuan bahwa risikonya bisa hamil atau tertular penyakit seperti HIV/AIDS," katanya.

Selain itu, kata dia, orangtua hendaknya memberi pengertian kepada anaknya bagaimana bersikap dan berperilaku yang baik. "Sampaikan kepada anak, apa yang boleh, dan apa yang tidak boleh dilakukan," katanya.

Ia mengatakan, orangtua hendaknya melibatkan diri secara aktif dalam kehidupan anak remaja dengan memberikan pilihan hidup sehat dan mendorong mereka agar memiliki kepercayaan religius yang kuat serta bergaul dalam komunitas keagamaan.

"Keterlibatan orangtua secara aktif itu diharapkan dapat membantu remaja untuk keluar dari masalah dalam pergaulan bebas mereka, khususnya risiko yang dialami akibat melakukan hubungan seks pada usia dini," katanya.

Menurut dia, pergaulan yang sehat antara anak perempuan dan laki-laki adalah pertemanan dan persahabatan yang baik tanpa melakukan hubungan seks.

Sementara itu, koordinator seminar Dorothea Sri Ismayawati mengatakan, kegiatan bertema "Pubertas Itu Hebat" bertujuan membekali siswa SMA dengan pengetahuan tentang pubertas dan segala permasalahannya.  

"Dengan bekal pengetahuan ini, mereka diharapkan mampu mengatur dan mengelola pergaulannya dengan baik," katanya. Seminar dua hari itu (14-15 April) diikuti sejumlah siswa dari sejumlah SMA di Yogyakarta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau