JAKARTA, KOMPAS.com — Bentrokan berdarah antara warga dan Satpol PP dalam eksekusi makam Mbah Priuk, yang memakan korban tewas tiga orang, tidak memengaruhi perekonomian Indonesia. Pasalnya, kasus ini telah diselesaikan dengan cepat dan bijak oleh pemerintah sehingga investor tetap menanamkan modalnya di Indonesia.
”Penanganan kasus cukup bijak sehingga tidak memengaruhi. Kalau masalah ini berkepanjangan, misalnya kemarin sama-sama ngotot dan tidak mau mundur, itu bisa memengaruhi kapital market,” kata ekonom Danareksa Research Institute sekaligus Staf Khusus Menko Perekonomian Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di kantornya di gedung Menko Perekonomian, Jakarta, Jumat (16/4/2010).
Menurut Purbaya, dialog antara Pemerintah Provinsi DKI, ahli waris makam Mbah Priuk, serta tokoh masyarakat dan agama, kemarin, membawa sentimen positif bagi para investor. Kondisi pasar modal masih nenunjukkan angka yang positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dibuka naik 0,30 poin ke posisi 2.900,83 dari level 2.900,53 pada penutupan perdagangan saham kemarin. Indeks bergerak di kisaran 2.894,99-2.900,83. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi pasar modal Indonesia masih positif.
"Setelah semua turun tangan, Presiden juga sampai turun, jadi dampaknya masih positif," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang