Insiden Mbah Priuk Tak Pengaruhi Pasar Modal

Kompas.com - 16/04/2010, 12:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Bentrokan berdarah antara warga dan Satpol PP dalam eksekusi makam Mbah Priuk, yang memakan korban tewas tiga orang, tidak memengaruhi perekonomian Indonesia. Pasalnya, kasus ini telah diselesaikan dengan cepat dan bijak oleh pemerintah sehingga investor tetap menanamkan modalnya di Indonesia.

”Penanganan kasus cukup bijak sehingga tidak memengaruhi. Kalau masalah ini berkepanjangan, misalnya kemarin sama-sama ngotot dan tidak mau mundur, itu bisa memengaruhi kapital market,” kata ekonom Danareksa Research Institute sekaligus Staf Khusus Menko Perekonomian Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di kantornya di gedung Menko Perekonomian, Jakarta, Jumat (16/4/2010).

Menurut Purbaya, dialog antara Pemerintah Provinsi DKI, ahli waris makam Mbah Priuk, serta tokoh masyarakat dan agama, kemarin, membawa sentimen positif bagi para investor. Kondisi pasar modal masih nenunjukkan angka yang positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dibuka naik 0,30 poin ke posisi 2.900,83 dari level 2.900,53 pada penutupan perdagangan saham kemarin. Indeks bergerak di kisaran 2.894,99-2.900,83. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi pasar modal Indonesia masih positif.

"Setelah semua turun tangan, Presiden juga sampai turun, jadi dampaknya masih positif," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau