Jaya Hartono Mundur

Kompas.com - 16/04/2010, 15:24 WIB

BANDUNG, KOMPAS - Jaya Hartono menyatakan mundur dari posisinya sebagai pelatih Persib Bandung di tengah persiapan "Maung Bandung" menghadapi babak penyisihan Piala Indonesia. Langkah yang diambil Jaya tidak boleh membuat Persib mengendur.

Jaya menyampaikan niatnya secara lisan kepada Manajer Tim Persib Umuh Muchtar, Kamis (15/4) pukul 13.00, melalui telepon. Pada pukul 19.00 Umuh kembali menghubungi Jaya. Pelatih Persib dua musim terakhir ini tetap pada niat semula.

"Itu demi kebaikan bersama," ujar Umuh menirukan alasan yang dikemukakan Jaya. Petang harinya Jaya sudah berpamitan dengan para pemain sebelum mereka berangkat ke Karawang menjalani penyisihan Piala Indonesia. Turut hadir saat itu perwakilan tim, yaitu Wakil Manajer Deddy Firmansyah dan perwakilan pemain, Nova Arianto.

Umuh yang juga Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) belum menerima surat pengunduran diri Jaya. Mengenai kontrak Jaya yang baru akan usai akhir musim 2009-2010, Umuh mengaku masih akan membicarakan itu dengan anggota konsorsium yang lain.

Pascamundurnya Jaya, Asisten Pelatih Robby Darwis akan mengambil kendali latihan "Maung Bandung". Nama Jaya masih akan dipertahankan sebagai pelatih kepala karena belum ada pengganti dengan lisensi A. Soal peluang Persib dengan mundurnya Jaya, Umuh mengaku tidak mau ambil pusing. "Ini adalah risiko. Semoga keadaan bisa berubah lebih baik," ujar Umuh.

Optimisme Persib sempat naik setelah memenangi empat laga kandang berturut-turut. Namun, setelah itu Persib gagal meraih nilai maksimal saat menjalani laga tandang. Dimulai dari kekalahan 0-3 melawan PSPS Pekanbaru, imbang lawan Persija Jakarta, kalah 0-1 dari Persela Lamongan, dan kalah 1-2 saat menghadapi Persijap Jepara. Hal itu diperparah kasus penamparan seorang bobotoh oleh Jaya seusai laga Persib-Persijap meski berakhir damai.

Persib dijadwalkan menjalani tiga laga penyisihan Piala Indonesia melawan Persita Tangerang, Sabtu (17/4), Pelita Jaya Karawang, Senin (19/4), dan Persipasi Bekasi, Rabu (21/4). Setelah itu Persib masih menjalani dua laga tandang LSI melawan Pelita Jaya, Sabtu (24/4), dan Persitara Jakarta Utara, Rabu (28/4).

Tidak terbebani

Target meraih kemenangan yang dipatok konsorsium PT PBB dalam lima laga itu tidak membuat pemain Persib terbebani. Mereka berjanji tampil maksimal meraih angka penuh.

"Mental pemain tidak terbebani dengan target itu. Permainan sepak bola akan jalan terus, apa pun hasilnya," ujar Asisten Pelatih Persib Yusuf Bachtiar.

Sebelumnya, Umuh menjelaskan, konsorsium mematok target Persib memenangi lima laga tandang berikut tanpa kalah. Bila target itu tak tercapai, pihaknya segera mengevaluasi tim, termasuk nasib Jaya yang akhirnya memilih mengundurkan diri.

Yusuf yakin Persib bisa memenuhi target itu karena di atas kertas, Persib jauh lebih unggul dari tiga klub di penyisihan Piala Indonesia.

Dalam latihan kemarin, Satoshi Otomo, Budi Sudarsono, Airlangga Sucipto, Cristian Gonzales, dan Eka Ramdani berlatih tendangan bebas. Di ujung lain, penjaga gawang Markus Haris Maulana dan pemain belakang berlatih strategi bertahan yang dituding menjadi kelemahan Persib dalam laga tandang. (eld)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau