BANDUNG, KOMPAS - Jaya Hartono menyatakan mundur dari posisinya sebagai pelatih Persib Bandung di tengah persiapan "Maung Bandung" menghadapi babak penyisihan Piala Indonesia. Langkah yang diambil Jaya tidak boleh membuat Persib mengendur.
Jaya menyampaikan niatnya secara lisan kepada Manajer Tim Persib Umuh Muchtar, Kamis (15/4) pukul 13.00, melalui telepon. Pada pukul 19.00 Umuh kembali menghubungi Jaya. Pelatih Persib dua musim terakhir ini tetap pada niat semula.
"Itu demi kebaikan bersama," ujar Umuh menirukan alasan yang dikemukakan Jaya. Petang harinya Jaya sudah berpamitan dengan para pemain sebelum mereka berangkat ke Karawang menjalani penyisihan Piala Indonesia. Turut hadir saat itu perwakilan tim, yaitu Wakil Manajer Deddy Firmansyah dan perwakilan pemain, Nova Arianto.
Umuh yang juga Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) belum menerima surat pengunduran diri Jaya. Mengenai kontrak Jaya yang baru akan usai akhir musim 2009-2010, Umuh mengaku masih akan membicarakan itu dengan anggota konsorsium yang lain.
Pascamundurnya Jaya, Asisten Pelatih Robby Darwis akan mengambil kendali latihan "Maung Bandung". Nama Jaya masih akan dipertahankan sebagai pelatih kepala karena belum ada pengganti dengan lisensi A. Soal peluang Persib dengan mundurnya Jaya, Umuh mengaku tidak mau ambil pusing. "Ini adalah risiko. Semoga keadaan bisa berubah lebih baik," ujar Umuh.
Optimisme Persib sempat naik setelah memenangi empat laga kandang berturut-turut. Namun, setelah itu Persib gagal meraih nilai maksimal saat menjalani laga tandang. Dimulai dari kekalahan 0-3 melawan PSPS Pekanbaru, imbang lawan Persija Jakarta, kalah 0-1 dari Persela Lamongan, dan kalah 1-2 saat menghadapi Persijap Jepara. Hal itu diperparah kasus penamparan seorang bobotoh oleh Jaya seusai laga Persib-Persijap meski berakhir damai.
Persib dijadwalkan menjalani tiga laga penyisihan Piala Indonesia melawan Persita Tangerang, Sabtu (17/4), Pelita Jaya Karawang, Senin (19/4), dan Persipasi Bekasi, Rabu (21/4). Setelah itu Persib masih menjalani dua laga tandang LSI melawan Pelita Jaya, Sabtu (24/4), dan Persitara Jakarta Utara, Rabu (28/4).
Tidak terbebani
Target meraih kemenangan yang dipatok konsorsium PT PBB dalam lima laga itu tidak membuat pemain Persib terbebani. Mereka berjanji tampil maksimal meraih angka penuh.
"Mental pemain tidak terbebani dengan target itu. Permainan sepak bola akan jalan terus, apa pun hasilnya," ujar Asisten Pelatih Persib Yusuf Bachtiar.
Sebelumnya, Umuh menjelaskan, konsorsium mematok target Persib memenangi lima laga tandang berikut tanpa kalah. Bila target itu tak tercapai, pihaknya segera mengevaluasi tim, termasuk nasib Jaya yang akhirnya memilih mengundurkan diri.
Yusuf yakin Persib bisa memenuhi target itu karena di atas kertas, Persib jauh lebih unggul dari tiga klub di penyisihan Piala Indonesia.
Dalam latihan kemarin, Satoshi Otomo, Budi Sudarsono, Airlangga Sucipto, Cristian Gonzales, dan Eka Ramdani berlatih tendangan bebas. Di ujung lain, penjaga gawang Markus Haris Maulana dan pemain belakang berlatih strategi bertahan yang dituding menjadi kelemahan Persib dalam laga tandang. (eld)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang