Kerusuhan koja

Azyumardi: Jangan Bertindak Berlebihan

Kompas.com - 16/04/2010, 17:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tokoh-tokoh agama yang terlibat dalam bentrokan antara Satpol PP dengan warga sekitar makam Mbah Priuk diimbau untuk menyampaikan pesan-pesan kepada jamaahnya agar menahan diri dari perbuatan anarkis. Imbauan tersebut disampaikan Ketua Presidium Ikatan Cendikiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI), Azyumardi Azra usai membuka Rapat Majelis Pimpinan Paripurna ICMI di Jakarta, Jumat (16/4/2010).

Para tokoh agama, menurut Azyumardi juga harus mengingatkan masyarakat agar tidak bertindak berlebihan yang berujung pada kezaliman. "Karena bukan tidak mungkin peristiwa ini terjadi di masa belakangan (berikutnya)," katanya.

Dalam bentrokan yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka dua hari lalu, menurut Azyumardi masyarakat memang terlihat beringas dan menunjukkan anarkisme yang berlebihan. "Ditayangkan oleh televisi, Satpol betul-betul dianiaya, menunjukkan anarkisme massa yang berlebihan. Ini cerminan dari masyarakat kita yang sangat ganas, keberadabannya itu sudah sangat hilang," tuturnya.

Azyumardi melanjutkan, masyarakat boleh-boleh saja mengkritik Satpol PP. Namun, berbuat anarkis dalam bentrokan Priuk (14/4/2010) dengan mengatasnamakan agama dan tokoh agama yang dianggap bersejarah, tidak dapat dibiarkan.

Sebelumnya, bentrokan antara Satpol PP dengan warga sekitar makam Mbah Priuk yang menolak kedatangan Satpol PP untuk menertibkan makam dengan jumlah yang dinilai berlebihan tersebut mengakibatkan korban jiwa dan kerugian miliaran rupiah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau