JAKARTA, KOMPAS.com - Tokoh-tokoh agama yang terlibat dalam bentrokan antara Satpol PP dengan warga sekitar makam Mbah Priuk diimbau untuk menyampaikan pesan-pesan kepada jamaahnya agar menahan diri dari perbuatan anarkis. Imbauan tersebut disampaikan Ketua Presidium Ikatan Cendikiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI), Azyumardi Azra usai membuka Rapat Majelis Pimpinan Paripurna ICMI di Jakarta, Jumat (16/4/2010).
Para tokoh agama, menurut Azyumardi juga harus mengingatkan masyarakat agar tidak bertindak berlebihan yang berujung pada kezaliman. "Karena bukan tidak mungkin peristiwa ini terjadi di masa belakangan (berikutnya)," katanya.
Dalam bentrokan yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka dua hari lalu, menurut Azyumardi masyarakat memang terlihat beringas dan menunjukkan anarkisme yang berlebihan. "Ditayangkan oleh televisi, Satpol betul-betul dianiaya, menunjukkan anarkisme massa yang berlebihan. Ini cerminan dari masyarakat kita yang sangat ganas, keberadabannya itu sudah sangat hilang," tuturnya.
Azyumardi melanjutkan, masyarakat boleh-boleh saja mengkritik Satpol PP. Namun, berbuat anarkis dalam bentrokan Priuk (14/4/2010) dengan mengatasnamakan agama dan tokoh agama yang dianggap bersejarah, tidak dapat dibiarkan.
Sebelumnya, bentrokan antara Satpol PP dengan warga sekitar makam Mbah Priuk yang menolak kedatangan Satpol PP untuk menertibkan makam dengan jumlah yang dinilai berlebihan tersebut mengakibatkan korban jiwa dan kerugian miliaran rupiah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang