Restrukturisasi Merpati Dievaluasi

Kompas.com - 16/04/2010, 18:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian BUMN memanggil manajemen PT Merpati Nusantara Airlines (Merpati) untuk memaparkan hasil restrukturisasi perusahaan itu. "Kami memanggil mereka (manajemen) untuk mempresentasikan hasil evaluasi restrukturisasi usaha dan kinerja keuangan serta proyeksi ke depan," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (16/4/2010).

Menurut Mustafa, pemanggilan selain untuk langkah-langkah penyehatan kinerja keuangan, juga terkait masalah insiden kecelakaan yang sering dialami Merpati.

Pemerintah melalui PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) pada tahun lalu melakukan restrukturisasi Merpati dengan menyuntik dana Rp 300 miliar. Selain untuk menambah modal kerja, dana tersebut digunakan untuk membayar pesangon karyawan yang dirumahkan.

Namun, PPA belakangan menyebutkan, Merpati masih membutuhkan dana hingga Rp 2 triliun, untuk mengembangkan perseroan. "Merpati masih butuh pendanaan hingga Rp 2 triliun, meski restrukturisasi perusahaan itu sudah rampung," kata Direktur Utama PPA Boyke Mukizat.

Boyke menuturkan, jumlah utang Merpati masih sangat signifikan, sehingga perusahaan masih belum leluasa mengembangkan bisnisnya.

Meski begitu, Mustafa menambahkan, belum ditetapkan apakah dalam pengembangan bisnis Merpati menambah pesawat atau tidak. "Belum bisa diputuskan, karena harus menunggu studi kelayakan rencana besar Merpati bagaimana agar bisa keluar dari kerugian," tegas Mustafa.

Sebelumnya, Direktur Utama Merpati, Bambang Bhakti menuturkan, pada 2010 akan mendatangkan 22 pesawat untuk menambah rute penerbangan perusahaan itu. Pengadaan pesawat dilakukan dengan cara leasing (sewa beli). Menurut Bambang, dari 22 pesawat itu tujuh di antaranya jenis ATR 72 dari Perancis, 15 pesawat jenis MA 60 dari China. Untuk mendatangkan dan mengoperasikan pesawat tersebut butuh dana sekitar Rp 40 miliar.

Dengan pengadaan pesawat tersebut tingkat isian penumpang diproyeksikan mencapai 12.000 kursi per hari pada 2010, meningkat dari 2009 sekitar 6.000 kursi per hari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau