Chris John Pertajam Konsentrasi

Kompas.com - 16/04/2010, 19:03 WIB

SEMARANG, Kompas.com - Pemegang gelar Super Champions kelas bulu WBA, Chris John, sudah mulai berkonsentrasi untuk menghadapi  penantangnya, Fernando David Saucedo dari Argentina, pada pertarungan perebutan gelar di Bali, 22 Mei 2010.
    
"Pertarungan sudah pasti digelar 22 Mei 2010 di Bali dan waktu satu bulan ini dimanfaatkan untuk konsentrasi menghadapi pertarungan melawan penantangnya di Pulau Dewata mendatang," kata istri Chris John, Anna Maria Megawati, ketika dihubungi di Semarang, Jumat.

Menurut ibu dua orang putri (Maria Luna Ferisha dan Maria Rosa Christiani), kalau soal teknik latihan, memang bukan wewenang dirinya tetapi suaminya dalam kondisi yang baik dan siap menghadapi pertarungan perebutan gelar mendatang. "Saat terakhir komunikasi dengan saya, dia dalam kondisi yang baik dan siap menghadapi penantangnya," kata mantan atlet wushu Jawa Tengah tersebut.

Selama berlatih di Sasana Herry’s Gym di Perth, Australia, Chris John ditemani dua teman latih tanding yaitu Thomas dan Sahlan (keduanya petinju dari Sasana Mirah Silver Boxing Camp pimpinan Zaenal Thayeb yang juga promotor pertarungan Chris John melawan Fernando David Saucedo).

Ketika ditanya harapan seorang istri terhadap Chris John pada pertarungan mendatang, dia mengatakan, juara dunia untuk tinju yang dimiliki Indonesia saat ini tinggal Chris John dan dirinya berharap supaya yang bersangkutan menunjukkan kemampuannya pada pertarungan mendatang.  "Tunjukkan kemampuanmu selagi kamu bisa," kata Anna Maria Megawati yang sudah mengarungi bahtera rumah tangga dengan Chris John sekitar lima tahun ini.
    
Sebagai seorang istri, kata dia, dirinya berharap suaminya pensiun dari dunia tinju saat berada di posisi puncak. "Saya berharap dia pensiun dari tinju saat keemasan atau saat mencapai kemenangan," katanya menegaskan.
    
Menurut dia, kalau dia turun saat kalah tentunya akan berdampak pada perkembangan masa depan terutama saat mengarungi bisnis, tetapi hal itu akan lain jika dia pensiun masih berada di puncak kariernya sebagai seorang petinju.  "Tetapi kalau toh akhirnya dia pensiun saat kalah, ya’ harus tetap diterima karena memang garisnya seperti ini. Selama ini kami sudah mendapatkan semuanya," katanya.

Chris John menjadi juara dunia kelas bulu WBA sejak 2003 saat merebutnya dari tangan petinju Kolombia, Oscar Leon melalui pertarungan ad-interim kemudian sampai kini masih menjadi yang terbaik di kelasnya.

Bahkan, petinju dengan julukan The Dragon berhasil meraih gelar Super Champions karena mampu mempertahankan gelarnya sebanyak 10 kali tanpa putus.

Pertarungan melawan Fernando David Saucedo ini merupakan yang ke-13 kali bagi petinju asal Kabupaten Banjarnegara, Jateng, dalam upaya mempertahankan gelarnya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau