JAKARTA, KOMPAS.com - Laporan awal desain dasar angkutan masal Mass Rapid Transit (MRT) ditargetkan rampung akhir April sehingga dapat dilanjutkan ke pembangunan konstruksi fisik.
"Penyelesaian tahap itu merupakan tahap laporan awal yang harus diselesaikan oleh PT Nippon Koei sebagai pelaksana kegiatan desain dasar MRT Jakarta. Ditargetkan proses survey ini rampung sebelum akhir April 2010," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta Tribudi Rahardjo di Jakarta, Jumat.
Laporan awal MRT Jakarta koridor I (Lebak Bulus-Dukuh Atas) sepanjang 14,5 kilometer ini berisi kajian yang membahas metodologi yang akan diterapkan dalam pembuatan desain dasar serta beberapa survey penting untuk dijadikan acuan dalam finalisasi rancangan dasar.
Tribudi menjelaskan proses desain dasar proyek pembangunan kereta bawah tanah (MRT) saat ini sudah memasuki tiga tahap survei lapangan yaitu survei masalah geotechnical, topografi dan prediksi jumlah penumpang terangkut (demand forecast).
Tiga tahap survei itu dilakukan untuk mengetahui kondisi tanah, pemetaan lokasi proyek dan sekitarnya secara digital serta mengetahui perkiraan jumlah penumpang penumpang, termasuk integrasinya dengan moda sejenis moda transportasi masa lainnya.
Setelah penyelesaian laporan awal PT MRT disebut Tribudi akan melanjutkan dengan proses pendataan di lapangan dan kesiapan akhir sebelum laporan akhir disampaikan pada Departemen Perhubungan selaku pelaksana desain dasar, dan juga pada PT MRT serta Pemprov DKI.
Dengan demikian, proses penyelesaian paket pertama desain dasar koridor I akan diperkirakan akan rampung pada akhir 2010.
Tahun 2011 akan diisi dengan proses tender konstruksi dan dilanjutkan proses pembangunan konstruksi pada 2012 sehingga MRT dapat mulai beroperasi pada akhir tahun 2016 sesuai jadwal. "Proses lelang akan dilaksanakan selama 12 bulan atau satu tahun selama 2011. Lamanya proses itu, disebabkan banyaknya persetujuan yang harus dilakukan," kata Tribudi.
Namun ia menjelaskan bahwa proses tender itu sebenarnya sudah dipersingkat dari jadwal normal yaitu 15 bulan.
Sementara untuk MRT koridor II dengan rute Dukuh Atas-Kota sepanjang 7,2 kilometer, saat ini prosesnya sudah memasuki tahap "feasibility study".
PT MRT juga saat ini tengah menyiapkan proses pre-feasibility study untuk koridor lanjutan yakni koridor III dengan rute Balaraja-Cikarang (Bekasi).
MRT Jakarta akan dibangun dengan tahap pertama dengan rute dari Lebak Bulus-Dukuh Atas dengan panjang 14,5 km, dengan jarak antar stasiun 0,8-2,2 kilometer dengan 12 stasiun dimana tujuh stasiun dibangun diatas tanah dan lima sisanya dibawah tanah.
Jika telah beroperasi waktu tempuh dari Lebak Bulus ke Dukuh Atas diperkirakan selama 28 menit dengan headway selama 4,5 menit. Saat ini, jarak tersebut dapat ditempuh dalam jangka waktu 1-2 jam, tergantung dari kemacetan yang terjadi.
Sementara MRT ini akan dapat menampung hingga 340.000 penumpang per hari dengan kapasitas kereta disiapkan sebanyak 17 set kereta dengan satu set terdiri dari enam gerbong. (Sumber: Antara)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang