Desain Dasar MRT Selesai Akhir April

Kompas.com - 16/04/2010, 19:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Laporan awal desain dasar angkutan masal Mass Rapid Transit (MRT) ditargetkan rampung akhir April sehingga dapat dilanjutkan ke pembangunan konstruksi fisik.

"Penyelesaian tahap itu merupakan tahap laporan awal yang harus diselesaikan oleh PT Nippon Koei sebagai pelaksana kegiatan desain dasar MRT Jakarta. Ditargetkan proses survey ini rampung sebelum akhir April 2010," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta Tribudi Rahardjo di Jakarta, Jumat.

Laporan awal MRT Jakarta koridor I (Lebak Bulus-Dukuh Atas) sepanjang 14,5 kilometer ini berisi kajian yang membahas metodologi yang akan diterapkan dalam pembuatan desain dasar serta beberapa survey penting untuk dijadikan acuan dalam finalisasi rancangan dasar.

Tribudi menjelaskan proses desain dasar proyek pembangunan kereta bawah tanah (MRT) saat ini sudah memasuki tiga tahap survei lapangan yaitu survei masalah geotechnical, topografi dan prediksi jumlah penumpang terangkut (demand forecast).

Tiga tahap survei itu dilakukan untuk mengetahui kondisi tanah, pemetaan lokasi proyek dan sekitarnya secara digital serta mengetahui perkiraan jumlah penumpang penumpang, termasuk integrasinya dengan moda sejenis moda transportasi masa lainnya.

Setelah penyelesaian laporan awal PT MRT disebut Tribudi akan melanjutkan dengan proses pendataan di lapangan dan kesiapan akhir sebelum laporan akhir disampaikan pada Departemen Perhubungan selaku pelaksana desain dasar, dan juga pada PT MRT serta Pemprov DKI.

Dengan demikian, proses penyelesaian paket pertama desain dasar koridor I akan diperkirakan akan rampung pada akhir 2010.

Tahun 2011 akan diisi dengan proses tender konstruksi dan dilanjutkan proses pembangunan konstruksi pada 2012 sehingga MRT dapat mulai beroperasi pada akhir tahun 2016 sesuai jadwal.  "Proses lelang akan dilaksanakan selama 12 bulan atau satu tahun selama 2011. Lamanya proses itu, disebabkan banyaknya persetujuan yang harus dilakukan," kata Tribudi.

Namun ia menjelaskan bahwa proses tender itu sebenarnya sudah dipersingkat dari jadwal normal yaitu 15 bulan.

Sementara untuk MRT koridor II dengan rute Dukuh Atas-Kota sepanjang 7,2 kilometer, saat ini prosesnya sudah memasuki tahap "feasibility study".

PT MRT juga saat ini tengah menyiapkan proses pre-feasibility study untuk koridor lanjutan yakni koridor III dengan rute Balaraja-Cikarang (Bekasi).

MRT Jakarta akan dibangun dengan tahap pertama dengan rute dari Lebak Bulus-Dukuh Atas dengan panjang 14,5 km, dengan jarak antar stasiun 0,8-2,2 kilometer dengan 12 stasiun dimana tujuh stasiun dibangun diatas tanah dan lima sisanya dibawah tanah.

Jika telah beroperasi waktu tempuh dari Lebak Bulus ke Dukuh Atas diperkirakan selama 28 menit dengan headway selama 4,5 menit.  Saat ini, jarak tersebut dapat ditempuh dalam jangka waktu 1-2 jam, tergantung dari kemacetan yang terjadi.

Sementara MRT ini akan dapat menampung hingga 340.000 penumpang per hari dengan kapasitas kereta disiapkan sebanyak 17 set kereta dengan satu set terdiri dari enam gerbong. (Sumber: Antara)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau