Pilkada kabupaten kediri

Istri Muda Bupati Malah Percaya Diri

Kompas.com - 16/04/2010, 20:33 WIB

KEDIRI, KOMPAS.com - Haryanti Sutrisno, istri pertama Bupati Kediri Sutrisno, yang juga mencalonkan jadi Bupati Kediri dalam pemilihan 12 Mei nanti, malah tidak menghadiri deklarasi damai di sebuah hotel kawasan Puhsarang, Jumat (16/4/2010).

Acara deklarasi itu sekaligus untuk pengambilan nomor undian pasangan calon. Tidak ada penjelasan soal ketidakhadiran calon bupati andalan PDI, PPP, Golkar dan PKNU itu. Bahkan, calon wakil bupatinya, Masykuri, juga tidak tampak dalam acara tersebut.

Sebelumnya, Masykuri sempat terlihat di hotel itu. Namun, secara tiba-tiba dia meninggalkan lokasi deklarasi setelah Haryanti dipastikan tidak hadir. Praktis, deklarasi dan pengambilan nomor urut itu hanya dihadiri dua pasangan calon; Sunardi-Sulaiman Lubis dan Nurlaila-Turmudi. Nurlaila adalah istri muda Bupati Sutrisno yang dinikahi secara sirri, dan malah tampil percaya diri dalam acara tadi.

Anggota KPU Kabupaten Kediri, Moh Samsuri, menyayangkan sikap istri pertama Sutrisno yang tidak hadir dalam acara tersebut. Namun, dia menyatakan, dalam ketentuan memang tidak ada aturan yang mengharuskan masing-masing calon harus hadir.

Ia juga tidak tahu persis alasan ketidakhadiran Haryanti, kecuali menerima informasi dari tim suksesnya bahwa Haryanti sedang ke luar kota.

Akhirnya, undian tadi menghasilkan pasangan Sunardi-Sulaiman Lubis di nomor urut 1, Nurlaila-Turmudi nomor urut 2, sedangkan Haryanti-Masykuri mendapatkan nomor urut 3.

Selanjutnya, KPU menjadwalkan debat calon bupati pada 7 Mei 2010 dan calon wakil bupati pada 8 Mei. KPU menetapkan, jumlah pemilih 1.175.268 orang, tersebar di 26 kecamatan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau