Kerusuhan koja

SBY Minta Semua Pihak Menahan Diri

Kompas.com - 16/04/2010, 22:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ahli waris makam Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad, atau yang dikenal dengan Mbah Priuk, menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono seusai shalat Jumat di lantai II Wisma Negara, Kompleks Istana, Jakarta, Jumat (16/4/2010).

Ahli waris Mbak Priuk yang menemui Presiden Yudhoyono, di antaranya, Habib Ali Zaenal Abdurrahman Al-Idrus. Ia ditemani Ketua Dewan Pimpinan Daerah Front Pembela Islam (FPI) Salim Bin Umar Al-Attas. Keduanya sebelumnya juga mengikuti shalat Jumat bersama dengan Presiden Yudhoyono.

Menurut Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha, dalam keterangan pers, seusai rapat terbatas di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta, Jumat petang, pertemuan tersebut bersifat informal dan hanya bersilaturahim. Namun, Presiden meminta agar semua pihak menahan diri dan bersifat terbuka untuk membuka ruang musyawarah dan pendapat dalam penyelesaian status makam Mbah Priuk.

"Para ahli waris itu ingin menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden SBY atas respons dari pemerintah pusat terhadap kerusuhan di Koja. Tindak lanjut Presiden itu dinilai bisa mengeliminir kemungkinan lebih buruk yang akan terjadi bila Presiden tidak melakukan respons lebih cepat lagi malam itu," tutur Julian.

Dikatakan Julian, dalam silaturahim tersebut, Presiden sekali lagi menyampaikan penyesalannya yang mendalam atas peristiwa yang seharusnya tidak terjadi itu. "Presiden kemudian juga menyampaikan rasa simpati dan turut berdukacita pada keluarga korban dalam peristiwa Koja," tambah Julian.

Selanjutnya, Presiden juga mengimbau kepada semua pihak untuk bisa menahan diri dan bersifat terbuka untuk mewujudkan musyawarah dan mufakat agar ada kesepakatan yang baru dan tidak ada pihak yang dirugikan, apalagi harus menjadi korban dalam penyelesaian status lahan di kawasan makam Mbak Priuk.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau