Juventus Waspada Calciopoli

Kompas.com - 17/04/2010, 02:13 WIB

TURIN, KOMPAS.com - Presiden Juventus, Jean-Claude Blanc menyatakan, pihaknya waspada dan hati-hati terhadap kasus Calciopoli yang kini disidangkan kembali di Napoli.

Juventus harus kehilangan dua Scudetti dan terdegradasi ke Serie-B pada 2006, setelah terlibat dalam skandal pengaturan pertandingan (Calciopoli). Namun, transkrip telepon sebagai bukti baru yang diungkapkan mantan Direktur Juventus, Luciano Moggi, menunjukkan bahwa tak hanya Juve yang terlibat skandal itu.

"Kasus terakhir ini membutuhkan rasa tanggung jawab. Kami harus menggunakan cara yang benar tanpa membuat pernyataan taktis yang mengagetkan," kata Blanc, tanpa menyebutkan maksudnya.

"Dalam beberapa kasus, Juventus kini sangat waspada dan terus mengikuti perkembangan dengan hati-hati," tambahnya.

Karena kasus Calciopoli itu, Scudetto 2005-06 yang diraih Juventus diberikan kepada Inter Milan yang saat itu menduduki urutan ketiga klasemen akhir. Urutan kedua, AC Milan, juga dianggap terlibat Calciopoli, meski tak separah Juventus. Diperkirakan, jika pengadilan di Napoli menerima bukti-bukti baru yang diajukan Moggi, maka Scudetto 20005-06 bisa diminta lagi dari Inter.

"Kami sudah menugaskan seseorang untuk berurusan dengan masalah ini. Kami akan menunggu dalam beberapa hari dan mungkin akan memahami situasinya lebih baik," jelas Blanc.

Dia juga mengatakan, "Kami sadar atas pernyataan kami pekan lalu. Kami akan terus waspada, memonitor perkembangan, dan sangat penting tetap menunjukkan rasa tanggung jawab. Akan ada saatnya ketika keadilan dan kesamaan muncul. Saat ini, semua itu masih dalam batas perdebatan." (FBI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau