TURIN, KOMPAS.com - Presiden Juventus, Jean-Claude Blanc menyatakan, pihaknya waspada dan hati-hati terhadap kasus Calciopoli yang kini disidangkan kembali di Napoli.
Juventus harus kehilangan dua Scudetti dan terdegradasi ke Serie-B pada 2006, setelah terlibat dalam skandal pengaturan pertandingan (Calciopoli). Namun, transkrip telepon sebagai bukti baru yang diungkapkan mantan Direktur Juventus, Luciano Moggi, menunjukkan bahwa tak hanya Juve yang terlibat skandal itu.
"Kasus terakhir ini membutuhkan rasa tanggung jawab. Kami harus menggunakan cara yang benar tanpa membuat pernyataan taktis yang mengagetkan," kata Blanc, tanpa menyebutkan maksudnya.
"Dalam beberapa kasus, Juventus kini sangat waspada dan terus mengikuti perkembangan dengan hati-hati," tambahnya.
Karena kasus Calciopoli itu, Scudetto 2005-06 yang diraih Juventus diberikan kepada Inter Milan yang saat itu menduduki urutan ketiga klasemen akhir. Urutan kedua, AC Milan, juga dianggap terlibat Calciopoli, meski tak separah Juventus. Diperkirakan, jika pengadilan di Napoli menerima bukti-bukti baru yang diajukan Moggi, maka Scudetto 20005-06 bisa diminta lagi dari Inter.
"Kami sudah menugaskan seseorang untuk berurusan dengan masalah ini. Kami akan menunggu dalam beberapa hari dan mungkin akan memahami situasinya lebih baik," jelas Blanc.
Dia juga mengatakan, "Kami sadar atas pernyataan kami pekan lalu. Kami akan terus waspada, memonitor perkembangan, dan sangat penting tetap menunjukkan rasa tanggung jawab. Akan ada saatnya ketika keadilan dan kesamaan muncul. Saat ini, semua itu masih dalam batas perdebatan." (FBI)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang