MAMUJU, KOMPAS.com - Alokasi anggaran pembangunan Bandara Perintis Sumarorong Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) dalam APBN 2010 sebesar Rp25 miliar.
Bupati Mamasa, Obed Nego Depparinding di Mamuju, Sabtu, mengatakan, anggaran itu hanya untuk pembebasan lahan, belum termasuk dana untuk pembangunan fisik bandara.
Obed menjelaskan, sesuai dengan janji Menteri Perhubungan, Freddy Numbery, pemkab Mamasa dijanjikan anggaran untuk pembangunan bandara itu sebesar Rp103 miliar melalui APBN-P tahun 2010 mendatang.
Ia meyakini, jika pembangunan bandara itu kelak beroperasi, maka sektor parawisata di daerah itu akan tumbuh dengan baik seperti daerah lainnya yang mengandalkan sektor parawisata.
"Mamasa memiliki potensi parawisata yang tidak dimiliki daerah lain, sehingga menraik minat wisatawan ke Mamasa, namun, potensi ini belum dikenal oleh masyarakat dunia karena tak didukung dengan inprastruktur yang memadai," jelasnya.
Selain sektor parawisata di Mamasa, kata dia, kehadiran bandara itu juga akan memacu pertumbuhan ekonomi daerah, ujar Bupati Obed.
"Kami tidak bisa pungkiri, faktor inprastruktur yang tidak memadai menjadi penghambat perekonomian di Mamasa, sehingga dengan usia delapan tahun sejak menjadi daerah otonom tetap menjadi daerah tertinggal di Sulbar,’ katanya.
Karena itu, pemkab Mamasa akan menjadikan program pembangunan inprastruktur prioritas untuk memutus ketertinggalan dan keterbelakangan dengan di daerah itu. (Sumber: Antara)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang