JAKARTA, KOMPAS.com — Tiga hari pascakerusuhan Tanjung Priok, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) masih mendata nasib ratusan orang anggotanya yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Kepala Satpol PP Kepulauan Seribu Hotman Sinambela mengatakan, hingga dinihari tadi, pihaknya masih menelepon satu per satu keluarga para anggotanya. "Sampai jam 02.00 pagi tadi, kami masih menelepon seluruh keluarga anggota. Hari ini kami lakukan pendataan untuk mengetahui berapa orang yang belum jelas ada di mana," kata Hotman seusai mengisi diskusi mingguan, Sabtu (17/4/2010) di Jakarta.
Sebelumnya, ia memaparkan bahwa pada saat eksekusi penertiban, Satpol PP menerjunkan 1.750 personelnya dari seluruh wilayah Jakarta. Dari jumlah itu, yang diketahuinya kembali dengan menggunakan perahu sebanyak 877 orang. "Yang 877 itu kembali pakai perahu, karena tidak ada jalan darat. Sisanya, entah ngumpet di kontainer, gorong-gorong, kita enggak tahu sampai sekarang," ujar dia.
Dua lagi tewas
Informasi terakhir yang diterima Sinambela, ditemukan lagi dua mayat yang diduga anggota Satpol PP. Jika informasi ini benar, berarti ada lima korban tewas dalam insiden saat penertiban kompleks makam Mbah Priuk, Rabu lalu. Korban tewas sebelumnya adalah petugas Satpol PP Ahmad Tajudin, Warsito Soepono, dan Israel Jaya. Puluhan lainnya mengalami luka-luka.
"Kalau Satpol PP dari Kepulauan Seribu lengkap, karena kami hanya 50 personel. Hanya satu orang yang masih menjalani perawatan di RS Persahabatan," kata dia.
Satpol PP juga telah melaporkan mengenai ketidakjelasan nasib anggotanya kepada tim investigasi humanitarian PMI yang diminta melakukan penyelidikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang