Dua Lagi Satpol PP Dilaporkan Tewas

Kompas.com - 17/04/2010, 12:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tiga hari pascakerusuhan Tanjung Priok, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) masih mendata nasib ratusan orang anggotanya yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Kepala Satpol PP Kepulauan Seribu Hotman Sinambela mengatakan, hingga dinihari tadi, pihaknya masih menelepon satu per satu keluarga para anggotanya. "Sampai jam 02.00 pagi tadi, kami masih menelepon seluruh keluarga anggota. Hari ini kami lakukan pendataan untuk mengetahui berapa orang yang belum jelas ada di mana," kata Hotman seusai mengisi diskusi mingguan, Sabtu (17/4/2010) di Jakarta.

Sebelumnya, ia memaparkan bahwa pada saat eksekusi penertiban, Satpol PP menerjunkan 1.750 personelnya dari seluruh wilayah Jakarta. Dari jumlah itu, yang diketahuinya kembali dengan menggunakan perahu sebanyak 877 orang. "Yang 877 itu kembali pakai perahu, karena tidak ada jalan darat. Sisanya, entah ngumpet di kontainer, gorong-gorong, kita enggak tahu sampai sekarang," ujar dia.

Dua lagi tewas

Informasi terakhir yang diterima Sinambela, ditemukan lagi dua mayat yang diduga anggota Satpol PP. Jika informasi ini benar, berarti ada lima korban tewas dalam insiden saat penertiban kompleks makam Mbah Priuk, Rabu lalu. Korban tewas sebelumnya adalah petugas Satpol PP Ahmad Tajudin, Warsito Soepono, dan Israel Jaya. Puluhan lainnya mengalami luka-luka.

"Kalau Satpol PP dari Kepulauan Seribu lengkap, karena kami hanya 50 personel. Hanya satu orang yang masih menjalani perawatan di RS Persahabatan," kata dia.

Satpol PP juga telah melaporkan mengenai ketidakjelasan nasib anggotanya kepada tim investigasi humanitarian PMI yang diminta melakukan penyelidikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau