Korut Bantah Tenggelamkan Kapal Perang Korsel

Kompas.com - 17/04/2010, 13:58 WIB

SEOUL, KOMPAS.com — Korea Utara, Sabtu (17/4/2010), membantah bahwa pihaknya yang menenggelamkan kapal angkatan laut Korea Selatan bulan lalu di dekat perbatasan laut yang disengketakan.

Ada spekulasi yang berkembang di Korea Selatan bahwa kapal perang tersebut telah dihantam oleh torpedo Korea Utara, dan menewaskan hampir 50 pelaut. "Karena Korea Selatan tak bisa mengidentifikasi penyebab kecelakaan itu, mereka menggunakan media untuk mengaitkan peristiwa itu dengan kami dan berusaha untuk mengarang penyebab peristiwa itu," kata kantor berita resmi Korea Utara, KCNA.

Para pakar Amerika Serikat dan Korea Selatan meninjau buritan kapal perang Korea Selatan yang karam itu untuk mencari petunjuk penyebab karamnya kapal tersebut. Peninjauan dimulai Kamis, setelah sebuah derek apung raksasa diberangkatkan ke bagian buritan kapal korvet berbobot 1.200 ton, yang pecah menjadi dua oleh apa yang menurut para pelaut yang selamat, sebagai ledakan luar yang besar pada bulan lalu, yang menyisakan 46 awaknya masih hilang.

Para perwira militer mengatakan, 36 mayat pria—sebagian besar berumur 20 tahunan—telah ditemukan dari buritan kapal tersebut, setelah dua jenazah ditemukan pada awal bulan ini. Lima puluh delapan awak kapal berhasil diselamatkan tak lama setelah bencana pada 26 Maret tersebut di Laut Kuning, dalam tragedi angkatan laut di masa damai yang menelan banyak korban bagi Korea Selatan.

Setelah mendobrak buritan kelabu Cheonan yang ditopang kapal tongkang, 38 penyelidik sipil dan militer termasuk dua pakar AS mulai memeriksa buritan, kata seorang juru bicara Kepala Staf Gabungan. Korea Selatan telah melancarkan penyelidikan internasional mengenai bencana itu untuk menjamin penemuan-penemuan akhir tidak bisa disengketakan.

Penyelidikan itu, yang diperkirakan akan berlangsung beberapa pekan, melibatkan lebih dari 120 pakar lokal, delapan pakar Amerika, dan tiga pakar Australia, kata Kementerian Pertahanan.

Perbatasan Laut Kuning yang disengketakan itu menjadi tempat pertempuran angkatan laut yang menelan banyak korban antara Korea Utara dan Korea Selatan pada 1999 dan 2002. Di lokasi juga terjadi bentrokan bersenjata pada November tahun lalu, yang mengakibatkan sebuah kapal patroli Korea Utara terbakar.

Menteri Pertahanan Korea Selatan telah mengemukakan kemungkinan bahwa sebuah ranjau atau torpedo menghantam kapal perang Cheonan itu. Sejauh ini Pemerintah Seoul tidak menuduh Pyongyang terlibat, tetapi insiden itu menaikkan ketegangan lintas perbatasan kedua negara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau