Jatim open 2010

Wakil Jatim Mulai Unjuk Gigi

Kompas.com - 17/04/2010, 19:23 WIB

SIDOARJO, KOMPAS.com - Wakil Jawa Timur mulai unjuk gigi dalam Kejuaraan Atletik Jatim Open 2010. Pada hari kedua yang berlangsung Sabtu (17/4) di Stadioan Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, beberapa pelari tuan rumah menjadi yang terbaik. Mereka mampu mengalahkan atlet-atlet pelatnas asal DKI Jakarta.

Pada nomor 400 meter putra, Nurohman dari Kabupaten Banyuwangi menjadi nomor satu dengan waktu 49,01 detik. Menyusul di posisi dua adalah Abdul Rajak dengan waktu 49,21. Indra Cahyono dari Pamekasan ada di peringkat tiga dengan torehan waktu 50,52 detik.

Selain itu, di nomor bergengsi 100 meter putri, atlet asal Surabaya Serafi Unani menjadi jawara setelah mencatatkan waktu 12,04 detik. Atlet yang sebelumnya bergabung dengan Program Atlet Andalan (PAL) itu mengalahkan Dedeh Erawati dari DKI Jakarta yang membukukan waktu 12,10 detik. Sementara andalan Jawa Timur yang mewakili Kota Malang, Indah Lisa, merebut peringkat tiga dengan waktu 12,46 detik.

Adapun untuk nomor 800 meter putri, Ester Sumah dari Kabupaten Lumajang masih belum terkalahkan setelah menjadi yang terbaik dengan waktu 2 menit 15,8 detik. Atlet berusia 43 tahun itu mengalahkan Afriana dari Nusa Tenggara Timur yang mencatatkan waktu 2 menit 21,17 detik. Dakwatul Anisa dari Kabupaten Sampang ada di posisi tiga dengan catatan waktu 2 menit 29,85 detik.

Mengenai tidak adanya rekor baru yang tercipta di kejuaraan ini, Ester beranggapan jika atlet yang berlaga di Jatim Open 2010 belum fokus 100 persen. Menurut dia, ajang ini o leh sebagian besar atlet masih dianggap sebagai ajang pemanasan. Atlet baru benar-benar akan fokus pada kejuaraan nasional (kejurnas) atletik yang dinilai lebih bergengsi.

"Saya pribadi pun tidak terlalu berbangga diri walaupun masih menjadi yang terbaik di Jatim Open untuk nomor 800 meter. Namun, saya akan lebih senang jika berhasil menjadi yang terbaik pada kejurnas atletik nanti," ucap Ester yang meraih perak pada PON 2008 di Kalimantan Timur pada nomor 800 meter itu.

Untuk nomor est afet 4x100 meter putri, atlet pelatnas dari DKI Jakarta menjadi yang terbaik dengan waktu 49,09 detik. Sedangkan wakil Jawa Barat menyusul di posisi dua dengan catatan waktu 51,04 detik. Tim tuan rumah yang diwakili Kota Malang, berada di posisi tiga dengan torehan waktu 51,31 detik.

Pada hari terakhir kejuaraan, Minggu (18/4/2010), akan diperlombakan babak final nomor 200 meter putra-putri, 800 meter putra, estafet 4x100 meter putra, dan 400 meter gawang putra. Jatim Open 2010 diikuti hampir 900 atlet dari selu ruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, 29 di antaranya merupakan atlet pelatnas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau