Piala Indonesia Mulai Rusuh

Kompas.com - 18/04/2010, 03:59 WIB

KEDIRI, KOMPAS - Laga perdana Piala Indonesia 2010 di Stadion Brawijaya, Kediri, Jawa Timur, Sabtu (17/4), antara Persik Kediri dan PSBI Blitar, diwarnai kerusuhan akibat bentrok antarsuporter. Sedikitnya, dua suporter luka parah, puluhan lainnya luka ringan karena saling lempar botol minuman.

Pada laga babak 32 besar Grup D itu, Persik menang 3-0 (1-0) melalui gol striker Saktiawan Sinaga pada menit ke-25 dan ke-77 serta gol gelandang Khusnul Yuli pada menit ke-65. Laga diwarnai protes keras pemain PSBI pada wasit Bambang Tutuko (Jakarta Utara) karena gol pertama Saktiawan dinilai diawali off-side.

Kerusuhan antarsuporter meledak saat laga berjalan 17 menit. Suporter kedua tim yang duduk di tribune D dan E terlibat adu lempar batu dan botol minuman. Sempat teredam berkat langkah aparat keamanan, bentrokan pecah lagi sekitar 20 menit menjelang laga berakhir.

Puluhan personel Kepolisian Resor Kota Kediri kewalahan membendung massa yang bertikai yang mencapai ribuan orang. Bentrokan fisik antarsuporter menjalar di luar stadion. Khawatir bentrok berlanjut seusai laga, polisi menggiring semua Persikmania di luar stadion untuk masuk stadion.

Polisi memberlakukan sistem buka-tutup pintu stadion untuk menghindari kontak langsung PSBI Mania dengan Persikmania. Persikmania pulang lebih dulu, sedangkan PSBI Mania mendapat pengawalan ketat polisi sampai ke perbatasan Kediri-Blitar.

Di Karawang, pagar tribune Stadion Singaperbangsa tempat laga Grup C antara Persib Bandung lawan Persita Tangerang ambruk. Tujuh orang terluka saat pendukung Persib terjatuh dari tribune sisi timur karena jebolnya pagar pembatas tribune itu.

Mereka jatuh dan saling tindih sehingga ada lima penonton, tiga di antaranya anak kecil, yang harus dilarikan ke rumah sakit.

Pada laga itu, Persib memukul Persita 4-1 lewat hattrick striker Cristian Gonzales menit ke-10, ke-31 dan ke-63. Gol keempat dicetak Irwan Wijasmara menit ke-77. Ini sukses pertama Pelatih Robby Darwis setelah menggantikan Jaya Hartono yang mundur. Pelita Jaya yang tampil dengan lima pemain di bawah usia ke-21 memukul Persepasi Bekasi 2-0.

PSMP dan Arema lolos

Di Stadion Kanjuruhan, Malang, PSMP Mojokerto dan Arema Indonesia melaju ke babak 16 besar. PSMP lolos setelah memukul Persijap Jepara 1-0. Arema mengalahkan Deltras Sidoarjo 1-0 lewat gol penalti striker Noh Alam Shah menit ke-54.

Di Stadion Mandala, Jayapura, Persipura menekuk Persiwa Wamena 3-1 (1-0). PSM Makassar memukul Persiram Raja Ampat 2-1. Minggu ini, Piala Indonesia berlanjut dengan delapan laga.

Di Grup B, Persela Lamongan akan melawan Persikab Kabupaten Bandung di Stadion Surajaya, Lamongan. Di tempat sama, Persija ditantang Persiba Bantul. Di Grup F, Persebaya dijajal Persipro Probolinggo di Stadion Gelora 10 Nopember. Di Grup G, Bontang FC akan memasang duet penyerang Aldo Bareto dan Kenji Adachihara, lawan Persemalra Tual di Stadion Segiri Samarinda. (NIK/ANG/DIA/ ICH/MKN/APO/FUL/SAM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau