Honda Vario Limo dari Denpasar

Kompas.com - 18/04/2010, 07:55 WIB

KOMPAS.com — Mobil limusin identik dengan tampilan mewah dan dimensi yang panjang. Inilah yang mengilhami Gede Hariadi Satya, MBA, untuk memodifikasi Honda Varionya. "Tapi, tidak identik dengan big matic, itu sudah pasaran," ucap penduduk Denpasar, Bali, ini.

Asep Anggara dari rumah modifikasi M1 ditantang oleh Hariadi untuk bikin limusin roda dua. Karena pemilik tak ingin big matic, Asep terpaksa mengubah bodi dengan lebar yang tidak jauh dari standarnya.

Berbekal pesan tadi, sumbu roda dimundurkan sampai 65 cm. Untuk membuat undur-undur, Asep harus dua kali kerja. Pertama, katanya, di bagian rangka, presisinya di bawah dek. Artinya, itu di depan undur-undur yang biasanya menopang penumpang.

Pada wilayah ini, rangka dipanjangkan sampai 20 cm. Inilah yang bikin tampilan dek jadi lain. Karena berhubungan dengan keselamatan, penyambungan di bagian ini menggunakan pipa besi berdiameter 5 cm dengan ketebalan 2 mm.

Efeknya, sangat teratas pada posisi riding, apalagi setang sudah di-custom ulang dengan posisi grip yang dibuat lebih mendekat ke sisi pengendara. Jika masih pakai setang telanjang, kata Hariadi, maka pasti penunggang susah memegangnya.

Pekerjaan pertama buat undur-undur sudah dilakoni. Lalu, pekerjaan terkahir adalah pemasangan undur-undur sepanjang 65 cm itu. Ukuran ini cukup panjang, memang. Namun, itulah ukuran ideal untuk velg dan sepatbor, terlebih untuk roda belakang yang sudah mengadopsi velg 9,5 inci dan lebih separuh lingkaran ditutupi sepatbor. (Nurfil)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau