Kasus ke-6 dalam 3 bulan

Perkosaan Berantai di Bali Terus Berlanjut

Kompas.com - 18/04/2010, 13:26 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com — Kasus pemerkosaan berantai terhadap bocah di bawah umur di Denpasar, Bali, semakin mengkhawatirkan. Satu lagi siswa SD kelas III berusia 9 tahun menjadi korban aksi bejat pemerkosa yang sampai saat ini masih belum diketahui identitasnya. Orangtua korban telah melaporkan kasus ini ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Bali, tetapi belum sampai ke kepolisian. 

“Keluarga korban masih terpukul dengan kejadian ini sehingga masih belum siap melapor ke polisi,” ujar Luh Anggreni, Wakil Ketua KPAID Bali.

Kejadian ini dialami korban, sebut saja Bunga, pada hari Jumat (16/04/2010) siang. Saat itu Bunga berada di rumahnya di Jalan Pulau Moyo, Denpasar, seorang diri karena kedua orangtuanya tengah bekerja. Pelaku kemudian berpura-pura menjadi tamu dan setelah mengetahui keadaan rumah kosong, pelaku langsung melampiaskan nafsu bejatnya kepada Bunga.

“Modusnya berbeda dengan kasus-kasus sebelumnya. Jika sebelumnya korban diculik seusai pulang sekolah, kali ini pelaku berpura-pura menjadi tamu,” tambah Luh Anggreni.

Menurut catatan KPAID, kasus pemerkosaan ini merupakan yang ke-6 di wilayah Denpasar sejak bulan Februari lalu. Sebenarnya ada 8 laporan kasus. Namun dua kasus tidak sampai terjadi perkosaan.

Aparat Poltabes Denpasar saat ini masih bekerja keras untuk mengungkap kasus pemerkosaan berantai ini. Upaya yang terakhir dilakukan adalah menyebar sketsa pelaku pemerkosaan-pemerkosaan korban sebelumnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau