Selamat Tinggal Arsenal

Kompas.com - 19/04/2010, 02:53 WIB

Wigan, Minggu - Tiga gol balasan hanya dalam 10 menit telah mengubur harapan Arsenal kembali ke jalur perebutan juara Liga Inggris. Itu terjadi saat Arsenal takluk 2-3 (0-1) saat dijamu Wigan Athletic di Stadion DW, Minggu (18/4). Hasil ini bak ucapan ”selamat tinggal” bagi Arsenal dari perebutan juara.

Sepanjang 80 menit laga mereka seperti akan membawa pulang tiga poin dan hanya terpaut tiga poin dari pemuncak Chelsea yang takluk 1-2 di kandang Tottenham Hotspur, Sabtu. Namun, semuanya buyar dan hancur berkeping-keping lewat gelontoran tiga gol balasan Wigan lewat Ben Watson (menit ke-80), Titus Bramble (menit ke-89), dan Charles N’Zogbia (injury time).

”Ini kekalahan paling mengecewakan sepanjang musim ini,” kata Arsene Wenger, Pelatih Arsenal, yang dikutip BBC Sport. ”Dari cara kami kemasukan gol, juga paling mengecewakan. Hasil ini sulit dipahami dan diterima.

”Pemain mungkin terlalu santai, tetapi dalam sepak bola Anda harus tetap fokus sepanjang 90 menit dan kami menerima ganjaran karena terlalu santai itu.”

Dengan mengganti empat pemain dari tim yang kalah 1-2 di markas Tottenham, Rabu pekan lalu, Arsenal memimpin dulu lewat gol sayap kanan Theo Walcott, menit ke-41. Bek Mikael Silvestre menggandakan keunggulan lewat sundulan atas sepak pojok Samir Nasri, menit ke-48.

Arsenal tetap pada nilai 71, terpaut enam poin dari Chelsea (77) dan lima poin dari Manchester United (76).

Peran Fabianski

Kekalahan Arsenal kali ini tak luput dari peran kiper Lukasz Fabianski, pengganti kiper utama Manuel Almunia, yang tidak lengket saat menangkap bola sepak pojok Wigan. Bola sudah dia tangkap, tetapi jatuh ke kepala Bramble yang tinggal mendorong sedikit ke gawang Fabianski.

Gol itu membuat moral pemain Arsenal ambruk. Wenger berusaha menghidupkannya lagi dengan memasukkan striker Robin van Persie. Namun, upaya itu sudah tidak menolong. Tak lama kemudian gawang Fabianski kembali jebol oleh tendangan spektakuler N’Zogbia.

Tiga gol itu jadi kado buruk bagi Fabianski yang Minggu kemarin berulang tahun ke-25.

Chelsea goyah

Peluang Arsenal sebenarnya terbuka setelah Chelsea takluk 1-2 di kandang Tottenham, Sabtu. Striker Jermain Defoe membuka kemenangan Tottenham dari titik penalti pada menit ke-15, penalti akibat bek John Terry hands ball di kotak penalti.

Gareth Bale memperbesar kemenangan itu jelang turun minum. Chelsea kian keteteran sejak menit ke-66 saat Terry diusir karena kartu kuning kedua. Frank Lampard mempertipis kekalahan Chelsea saat injury time.

Pelatih Chelsea Carlo Ancelotti mengakui, timnya kalah segalanya dari Tottenham. ”Kami sedikit goyah, tetapi inilah sepak bola. Gelar juara masih di tangan kami, kami tidak perlu panik,” katanya. Chelsea hanya unggul satu poin atas MU, yang menang 1-0 atas Manchester City lewat Paul Scholes saat injury time, Sabtu. (AFP/REUTERS/SAM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau