Harga Makanan dan Minuman di Hotel Turun

Kompas.com - 19/04/2010, 09:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ada kabar gembira buat para pemakai jasa hotel. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) memperkirakan anggotanya bakal memangkas harga makanan dan minuman di restoran hotel hingga lebih dari 10 persen.

Penurunan harga makanan ini menyusul pemberlakuan Undang-Undang Nomor 42/2009 tentang Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas Barang dan Jasa serta Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM). Beleid itu menyebut, sejak 1 April 2010, PPN untuk makanan dan minuman yang disajikan di hotel, restoran, warung dan katering dihapuskan. Semula, semua makanan di tempat tersebut terkena PPN 10 persen.

Anggota PHRI, Diyak Mulahela bilang, penghapusan PPN makanan dan minuman di hotel dan restoran akan memangkas ongkos produksi. Sehingga, tidak ada pilihan lain bagi pengusaha hotel untuk menurunkan harga makanan dan minuman tersebut.

Apalagi, tingkat hunian hotel sekarang terus menurun. Di Jakarta saja, hunian hotel hanya tinggal 60 persen dari kapasitas kamar yang ada. Alhasil, pengusaha hotel banyak mengandalkan pendapatan dari penjualan makanan di restorannya untuk menutup penurunan itu.

Padahal, jika banderol makanan di restoran mahal maka pengunjung pun akan segan menginap. Makanya, Diyak memperkirakan, hotel yang tingkat perputaran kursi restorannya rendah akan memangkas harga makanan antara 15 persen sampai 20 persen. "Ini kalau restoran ingin meningkatkan perputaran kursinya," kata Diyak, Minggu (18/4) .

Sebaliknya, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adi Lukman memastikan bahwa mereka tidak akan menurunkan harga makanan. Alasannya, mereka tidak terkena dampak langsung aturan ini. “Produsen makanan dan minuman tetap mengenakan PPN 10 persen kepada hotel dan restoran yang menjual. Tetapi hotel dan restoran dilarang mengenakannya ke konsumen,” cetusnya. (Herlina KD/Amailia Putri Hasniawati/KONTAN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau