Pajak

WP, Uruslah Pajakmu Sendiri!

Kompas.com - 19/04/2010, 10:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktorat Jenderal Pajak mengimbau agar para wajib pajak mengurus sendiri kewajiban pajaknya ke bank persepsi. Ini dimaksudkan untuk memotong penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu.

"Yang penting, dalam melaksanakan kewajiban perpajakan ini lebih baik kalau melakukannya sendiri dan tidak menyerahkan ke orang yang tidak dipercaya," tutur Direktur Jenderal Pajak Mochamad Tjiptardjo di hadapan wajib pajak badan atau perusahaan, di sela-sela Kampanye Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) Badan, di Kantor Ditjen Pajak, Jakarta, Senin (19/4/2010).

Menyerahkan pengurusan pajak kepada pihak lain, menurutnya, membuka peluang terjadinya penyelewengan seperti yang baru-baru ini terungkap di Surabaya. Di kota pahlawan itu, seorang wajib pajak ditipu oleh konsultan pajak yang mengurus pajaknya. Konsultan pajak bekerja sama dengan oknum pegawai pajak dan pegawai bank membuat surat setoran surat fiktif. Uang pajak yang seharusnya disetorkan tidak masuk ke Kantor Pajak.

"Kasus di Surabaya, membayar pajak diserahkan ke orang enggak kompeten. Kerja sama dengan oknum di bank, sehingga uang yang diserahkan, itu dibuatkan SSP fiktif melalui sistem, uangnya enggak masuk, bukti-bukti (palsu setoran pajak) dibuat," papar dia.

Kasus ini akhirnya terungkap oleh Ditjen Pajak. Tjiptardjo mengatakan, selama ini pihaknya banyak menangani kasus-kasus rekayasa pajak, seperti penghindaran pajak ataupun penggunaan faktur pajak tidak sah. Dia mengancam, pihaknya akan meminta pertanggungjawaban terhadap oknum pegawai perusahaan yang melakukan penyelewengan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau