Robot Pemulih Kelumpuhan Pasca Stroke

Kompas.com - 19/04/2010, 11:07 WIB

Kompas.com - Stroke merupakan penyebab nomor satu kecacatan pada pasien. Bagi mereka yang selamat dari serangan stroke, seringkali mengalami lumpuh pada beberapa anggota tubuh sekaligus sebagai akibat dari otak yang cedera. Untuk itu, pasien stroke harus menjalani berbagai terapi dan rehabilitasi medik untuk pemulihan fungsi tubuh.

Terapi yang intensif dan dimulai sedini mungkin pasca stroke sangat direkomendasikan untuk memaksimalkan pemulihan anggota gerak. Di Amerika Serikat, kini tengah dikembangkan penggunaan robot untuk membantu gerakan lengan yang lumpuh, yang sering diderita pasien stroke.

Sejumlah ilmuwan dari Brown University, AS, memperkenalkan penggunaan alat yang disebut MIT-Manus, yang secara khusus didesain untuk melatih bagian lengan atas. Pasien tinggal duduk di meja dengan meletakkan lengannya di MIT-Manus kemudian memerintahkan si alat untuk melakukan berbagai tugas.

Para ilmuwan menggambarkan alat tersebut seperti "power-steering" untuk lengan. Robot akan mengenali tiap gerakan dan membantu melakukan gerakan jika diperlukan.

Untuk menguji kemampuan robot ini, para peneliti melakukan ujicoba yang terhadap 127 pasien yang mengalami stroke dalam lima tahun terakhir. Mereka dibagi kedalam tiga kelompok. Pertama adalah yang menerita terapi robot selama tiga bulan, kemudian kelompok yang menerima fisioterapi, dan terakhir adalah kelompok yang menerima layanan kesehatan biasa tanpa terapi intensif.

Pada kelompok pertama dan kedua, didapatkan hasil yang signifikan pada pemulihan gerakan lengan atas yang diukur dari kemampuan pasien dalam melakukan gerakan sehari-hari, seperti  memegang sendok, membuka botol, atau mengingat tali sepatu.

"Hasil riset ini menunjukkan, dengan terapi yang tepat, kemampuan gerak pasien bisa ditingkatkan dan bisa meningkatkan kualitas hidupnya. Ini akan memberikan harapan baru pada pasien," kata Dr.Albert Lo, ketua peneliti.

Penggunaan robot ini memang belum digunakan secara luas dan masih dalam tahap pengembangan. Namun para pasien stroke tetap bisa mendapatkan  hasil yang setara bila penanganan rehabilitasi dilakukan sedini  mungkin dan dilakukan secara intensif sesuai fase stroke.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau