BANDUNG, KOMPAS.com — Dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) yang menjadi promotor Mochammad Zuliansyah (MZ) ketka maju sebagai kandidat doktor mengaku terpukul dan kecolongan atas kasus penjiplakan yang dilakukan mahasiswa S-3 STEI ITB itu.
Prof DR Carmadi Machbub, dosen tersebut, menjelaskan, kasus plagiat yang dilakukan MZ terletak pada moral atau kejujuran seseorang dalam bertindak. Menurutnya, pihak ITB menetapkan peraturan ketat bagi mahasiswanya yang sedang mengerjakan disertasi, salah satunya penyertaan referensi yang digunakan dalam sebuah disertasi.
Bahkan, sosok MZ, kata Carmadi, merupakan salah satu mahasiswa yang cukup cerdas serta bertingkah laku baik. "Itu yang membuat kami heran, beliau merupakan sosok yang baik dan cerdas. Saat sidang disertasi pun tak terlihat kalau disertasi yang ia presentasikan merupakan hasil jiplakan," kata Carmadi di Bandung, Senin (19/4/2010).
Pihaknya menyatakan, saat ini kasus penjiplakan yang dilakukan mahasiswanya sedang dibahas oleh Komisi Kehormatan yang dibentuk kampus ITB.
Diberitakan sebelumnya di Kompas.com, Jumat (16/4/2010), ITB mengakui kasus plagiat yang dilakukan oleh MZ, mahasiswa program studi doktor dari Sekolah Tinggi Elektronika dan Informatika, yang dilakukannya saat mengikuti The 2008 Institute of Electrical and Electronics Engineers Conference on Cybernetics and Intelligent Systems di Chengdu, China. ITB baru mengetahui hal tersebut setelah MZ meraih gelar doktor akhir 2009.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang