Usai Yasinan, Susno Makan Lilin

Kompas.com - 19/04/2010, 22:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Keluarga besar mantan Kepala Bareskrim, Komjen (Pol) Susno Duadji, menggelar yasinan di rumahnya, Puri Cinere, Depok, Jawa Barat, Senin (19/4/2010) malam.

Lazimnya yasinan, acara itu selalu diikuti makan bersama keluarga dan anggota jemaah lainnya. Namun, Susno lebih memilih escargot (siput/keong) dibanding menu seperti ikan, gudeg jogja, sayur kacang, dan lainnya. Escargot bagi Susno jauh lebih menggoda dibanding makanan lainnya.

Namun, escargot kesukaan Susno bukan escargot mahal ala Perancis. Yang dia makan adalah escargot atau keong yang mudah dijumpai di sungai dan sawah. Rupanya, makanan ini dipilih karena suami Herawati itu kangen dengan keong. "Terakhir saya makan Lebaran kemarin," ujar Susno.

Keong atau siput, menurut Susno, di kampung halamannya, Pagaralam, Sumatera Selatan, lebih dikenal dengan sebutan lilin. Susno pun mengaku sangat menikmati lilin yang dimakan dengan cara disedot tersebut. Susno juga tak lupa mengajak wartawan untuk menikmatinya. "Kalau di Perancis mahal sekali. Ayolah, mari boleh coba," ajaknya.

Bahkan, tanpa sungkan, Susno menghampiri dan mengajak satu demi satu wartawan di sana. "Silakan-silakan, ayo makan lilin. Silakan dicoba," ajak jenderal bintang tiga itu berkali-kali. Susno pun tampak menikmati makanan kesukaannya, yang dibawa oleh salah satu saudaranya tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau