Wah, Bagasi Lion Air Rawan Pencurian

Kompas.com - 20/04/2010, 00:53 WIB

PALU, KOMPAS.com - Ketua DPC PDIP Palu di Sulawesi Tengah, Yanes RM menyesalkan terjadinya kasus pencurian bagasi pesawat maskapai penerbangan Lion Air.

"Ini sudah sering terjadi, dan sepertinya tidak ada upaya dari pihak perusahaan itu untuk mengantisipasi, bahkan sepertinya ada pembiaran," katanya di Palu, Senin (19/4/2010).

Yanes menceritakan, perjalanannya dari Jakarta-Palu pada hari Jumat 16 April 2010 dengan menggunakan maskapai Lion Air merupakan perjalanan yang kurang beruntung.

Pasalnya, ketika pesawaat yang ditumpanginya tiba di bandara Mutiara Palu, ternyata salah sebuah tas bagasi sudah robek. "Sepertinya tas itu dirobek dengan benda silet atau pisau," katanya kesal.

Saat itu juga tas yang sudah robek tersebut diperiksa dan ternyata sebuah handphone, dan juga baju kaos yang baru dibeli sudah hilang.

"Saya langsung laporkan peristiwa itu kepada pihak Lion Air, namun sebaliknya mereka sepertinya tidak mau tahu menahu atas kejadian tersebut," ujarnya.

Menurut dia kasus seperti ini bukan yang pertama kali, tetapi sudah sering terjadi, dan tidak ada sama sekali langkah untuk memperbaiki sistem keamanan bagasi.

Hal senada juga disampaikan salah seorang pengusaha hotel dan restoran di kota Palu. Pengusaha yang enggan disebut namanya itu, juga mengalami nasib yang sama.

Beberapa waktu lalu, ia bersama istrinya berangkat dari bandara Mutiara Palu menuju Jogyakarta dengan Lion Air. Tapi begitu tiba di tempat tujuan, tas yang disimpan di bagasi pesawat sudah robek dan beberapa isinya berupakan barang berharga sudah hilang.

"Saat itu juga saya langsung adukan ke pihak Lion, tetapi tidak mendapat tanggapan yang mengembirakan," katanya.

Ia juga sangat menyayangkan, sebab kasus seperti itu sudah sering terjadi, namun tidak mendapat perhatian dari pihak Lion.

Menurut dia, jika ada perhatian dari pihak Lion, maka kasus pencurian bagasi pesawat yang telah meresahkan penumpang yang menggunakan maskapai itu tidak akan terjadi lagi.

"Kemungkinan besar ada mafia. Tidak mungkin hanya dilakukan satu orang, pasti ada beberapa orang," katanya.

Sementara kepala perwakilan Lion Palu, Natan yang dihubungi tidak berhasil. "Maaf pak, pimpinan kami lagi keluar," kata seorang karyawati Lion di kantornya di bilangan Jln Emi Saelan, Palu Selatan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau