JAKARTA, KOMPAS.com — Total pembayaran bunga utang yang wajib dibayar pemerintah pada tahun 2010 mencapai Rp 115,595 triliun dan menjadi beban pembayaran bunga utang tertinggi sepanjang sejarah keuangan pemerintah. Status Indonesia yang dikeluarkan dari kelompok negara miskin membuat suku bunga pinjaman meningkat sehingga beban pembayarannya pun membengkak.
Direktur Strategi dan Portofolio Utang Kementerian Keuangan Ayu Sukorini mengungkapkan hal itu di Jakarta, Senin (19/4/2010).
Menurut Ayu, di satu sisi, pembayaran bunga relatif lebih ringan karena menguatnya nilai tukar rupiah terhadap yen. Ini penting karena posisi utang luar negeri pemerintah dalam nilai tukar yen mendominasi (sekitar 28,32 miliar dollar AS).
Namun, pada saat yang sama, jumlah pinjaman jatuh tempo yang digunakan untuk membeli alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI dan Polri juga jatuh tempo tahun 2010. Ini cukup signifikan menambah beban pembayaran bunga karena pembelian alutsista didanai dari pinjaman dengan kredit komersial.
”Tingginya pembayaran bunga utang juga disebabkan oleh kenaikan status Indonesia yang dianggap bukan lagi negara miskin sehingga tidak layak menerima pinjaman dengan suku bunga lunak. Penyebab lainnya adalah besarnya surat utang negara (SUN) yang menyebabkan beban pembayaran bunga utang pun meningkat,” ungkap Ayu. (OIN)
Selengkapnya baca di http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/04/20/03563442
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang