DENPASAR, KOMPAS.com - Ketua Komisi I DPRD Bali I Made Arjaya mendesak aparat kopolisian setempat dapat segera menangkap pelaku pemerkosa sejumlah bocah wanita yang kini meresahkan masyarakat Pulau Dewata. "Sketsa wajah pelaku sudah berhasil dibuat dan telah disebarkan ke masyarakat. Malu dong kalau polisi tidak bisa segera menangkap tersangka pemerkosaan berantai itu," katanya di Denpasar, Selasa (20/4/2010).
Terjadinya pemerkosaan berantai, yang dilaporkan telah menimpa enam anak sekolah dasar dan SMP itu, sangat meresahkan masyarakat, terutama orangtua yang putrinya masih bersekolah di jenjang tersebut. "Para orangtua harus mengawasi putrinya dengan ketat, terutama sejak berangkat hingga pulang sekolah. Kejadian memilukan itu membuat kita semua resah dan khawatir. Anak-anak takut keluar rumah," ujar politisi asal Desa Sanur, Kota Denpasar itu.
Hal senada disampaikan anggota Komisi II DPRD Bali Tuti Kusuma Wardhani, seraya mengingatkan agar pihak kepolisian membuat target waktu untuk bisa segera memangkap pelaku.
Guna mencapai target penangkapan tersebut, pihak kepolisian diingatkan untuk melibatkan seluruh masyarakat guna mempersempit ruang gerak pelaku yang sudah diketahui sketsa wajahnya. "Anak-anak juga perlu diberi pemahaman untuk tidak takut berteriak minta tolong jika ada orang asing yang mendekatinya," katanya.
Tuti Kusuma berharap, warga masyarakat turut mewaspadai orang baru yang ada di sekitarnya, terutama yang tinggal di kos-kosan. "Jika menemukan orang yang ada kemiripan dengan sketsa wajah pelaku, segera informasikan kepada pihak kepolisian atau kepala desa setempat," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang